BERITAKALTIM.CO — Wakil Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia sekaligus Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Nasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, Dr. Ferry Juliantono, mengumumkan capaian penting dalam proses percepatan pembentukan koperasi desa di seluruh Indonesia.
“Per hari ini, sudah tercatat sebanyak 41.112 musyawarah desa khusus (Musdesus) telah terlaksana di berbagai wilayah tanah air. Di Kalimantan Timur sendiri, terjadi lonjakan signifikan dari sebelumnya 1.038 menjadi hampir 50% dari total desa yang ditargetkan,” ujarnya dalam acara Musyawarah Desa/kelurahan khusus koperasi desa/kelurahan merah putih di pendopo odah etam, Sabtu (24/5/2025).
Ia menyampaikan, target penyelesaian seluruh musdesus di Kalimantan Timur disepakati rampung pada 28 Mei 2025, sesuai dengan jadwal Satgas untuk menuntaskan proses musyawarah sebelum akhir bulan Mei.
Dr. Ferry menegaskan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar pembentukan lembaga, tetapi merupakan strategi nasional untuk menghidupkan ekonomi desa melalui pemanfaatan aset negara yang selama ini belum optimal.
“Nanti koperasi desa ini akan menjadi pengelola berbagai sumber daya, baik dari Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, maupun kementerian lain yang memiliki aset idle di desa, seperti bangunan SD yang kosong, pustu, hingga pusduskes. Tidak perlu investasi baru, kita optimalkan yang sudah ada,” jelasnya.
Dengan memanfaatkan aset yang ada dan disertai pendanaan modal kerja sebesar Rp3 miliar per koperasi desa melalui bank Himbara, dengan tenor 6 tahun dan bunga rendah sekitar 3%, koperasi diharapkan dapat segera beroperasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal.
Program ini juga dimaksudkan untuk menekan praktik rentenir dan pinjaman online ilegal di pedesaan.
Selain itu, koperasi akan difungsikan sebagai lembaga distribusi berbagai bantuan pemerintah, seperti LPG 3 Kg dan buku ajar, yang sebelumnya tersebar tanpa sistem yang jelas.
“Ini bukan hanya tentang koperasi, ini tentang membangun desa sebagai pusat ekonomi. Kalau koperasi jalan, anak-anak muda tidak perlu ke kota cari kerja. Desa bisa menyediakan pekerjaan karena punya lembaga ekonomi yang kuat dan kredibel,” tambahnya.
Dalam hal pembiayaan, Dr. Ferry menjelaskan bahwa angka Rp3 miliar per koperasi bersifat asumsi. Realisasinya akan disesuaikan dengan hasil studi kelayakan masing-masing desa.
Proses ini akan diawasi ketat oleh perbankan, internal koperasi, serta dinas terkait, untuk memastikan akuntabilitas dan keberlanjutan pinjaman.
“Kalau bank melihat kelayakannya tidak sampai Rp3 miliar, ya akan disesuaikan. Bisa lebih kecil, tergantung rencana bisnisnya. Tapi prinsipnya kita ingin mendampingi semua koperasi agar bisa mandiri dan sehat,” katanya.
Sebagai penutup, Dr. Ferry menyatakan bahwa peluncuran resmi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih secara nasional direncanakan berlangsung pada bulan Juli 2025 oleh Presiden Republik Indonesia secara langsung.
“Saatnya negara hadir membalik kontribusi kepada Kalimantan Timur yang selama ini menjadi pilar pendapatan nasional,” pungkasnya.
Reporter : Yani | Editor : Wong
Comments are closed.