BeritaKaltim.Co

Perkuat Sinergi dan Komitmen dalam Transformasi Digital Keuangan Daerah Kaltim

BERITAKALTIM.CO-Untuk menyatukan langkah, menguatkan sinergitas dan membangun komitmen antar pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi digital khususnya di sektor pengelolaan keuangan daerah, yang meliputi aspek pendapatan daerah baik itu pajak daerah, retribusi daerah dan juga aspek belanja daerah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mendorong semua pengapuh retribusi, untuk memperkuat atau meningkatkan digitalisasi setiap aspek dalam pengelolaan retribusi daerah.

“Forum ini menjadi sangat penting sebagai ruang bersama, untuk mengevaluasi dan menyusun langkah strategi ke depan, sesuai dengan arah kebijakan dan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim,” jelas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim, Ismiati pada forum High Level Meeting Evaluasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah dan Rapat Koordinasi Retribusi Daerah,di Hotel Blue Sky Balikpapan, pada hari Kamis, 12 Juni 2025.

Provinsi Kalimantan Timur telah mencatat sejumlah pencapaian dalam digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Berdasarkan indeks Sistem Transaksi Pemerintah Daerah (STPD) tahun 2024 Kalimantan Timur telah masuk ke dalam kategori digital yang menunjukkan bahwa sebagian besar transaksi keuangan daerah telah dilakukan secara elektronik dari sisi pendapatan maupun dari sisi belanja.

“Kegiatan hari ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik,” ucap Ismiati.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menegaskan bahwa digitalisasi bukan pilihan melainkan menjadi kebutuhan saat ini.

“Saya yakin semuanya sudah mempunyai Qris di handphone masing-masing, sudah mempunyai internet banking, maka dari itu kita ingin bahwa Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Tentu saja ini akan meningkatkan persentase Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

“Saya yakin tahun ini kita bisa menjadi nomor satu tentunya dengan kerja keras dari Bapenda dan Biro umum dan seluruh OPD yang ada di Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan ke depan tidak hanya mempertahankan tapi dituntut untuk meningkatkan kualitas. Meskipun memang masih ada pekerjaan rumah yang besar dalam memperkuat komitmen kolektif seluruh perangkat daerah baik proses hilir maupun hulu.

Proses hilir seperti digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi sedangkan proses hulu seperti digitalisasi sistem dan proses bisnis internal di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.

Seno juga menekankan adanya TP2DD bukan semata-mata persoalan aplikasi dan sistem digital lebih dari itu TP2DD adalah perubahan pola pikir, perubahan mindset dan perubahan budaya yang dulunya adalah transaksi manual dan sekarang berubah menjadi transaksi digital yang tentu saja mempersempit peluang adanya kebocoran keuangan daerah.

Di samping itu juga meningkatkan transparasi dari keuangan daerah sebagai bagian dari komitmen dari pemerintah provinsi untuk terus memperkuat sistem digital dalam pengelolaan keuangan daerah, salah satunya melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah atau SIPD yang ini juga menjadi tulang punggung BKAD maupun Bapenda, dalam rangka mencatat, mengelola dan menyajikan data keuangan secara online dan realtime.

Lanjutnya, Seno mengungkapkan hal yang menjadi lecutan besar bahwa ada satu kabupaten di Kalimanta Utara masih belum punya akses jalan dan rencana akan dibantu. Namun, ternyata TP2DD nya di atas Kalimantan Timur. Padahal signal Kaltim lebih baik dari Kalimantan Utara.

“Ini jadi lecutan kit,” tambahnya.

Untuk itu, ia berharap kalimantan Timur tahun ini menjadi nomor satu dan tentu saja ini memerlukan kerja keras bersama baik pada pemerintahan, rumah sakit, puskesmas dan seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kalimantan Timur

Seno berharap forum ini tidak hanya forum rutin tapi juga menjadi suatu agenda penting bagi digitalisasi transaksi di pemerintahan daerah, karena dengan adanya digitalisasi transaksi maka keuangan menjadi lebih mudah, transparan dan akuntabel.

“Kita bisa menjadi provinsi yang benar-benar diperlukan oleh masyarakat Kalimantan Timur, dalam hal keuangan digital. Kita ketahui bahwa prestasi kolektif dan hasil kerja bersama ini patut kita banggakan,” pungkasnya. #

Reporter: Niken | Editor: Wong

Comments are closed.