BERITAKALTIM.CO-Program Gratis pol pendidikan yang dicanangkan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud-Seno Aji, membawa angin segar bagi seluruh pelajar yang ada di Kalimantan Timur dan juga bagi orang tua, sebab dengan adanya program gratis pol pendidikan, maka pengeluaran orang tua semakin jauh berkurang.
Kondisi yang ada itu ternyata tidak berjalan seperti yang direncanakan oleh Gubernur Kaltim, masih ada keluhan masyarakat atas beberapa sekolah di wilayah Kutai Kartanegara yang masih memungut uang pada pelajar yang ada, termasuk pembelian buku-buku pelajaran.
Menyikapi akan kejadian tersebut anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara Hamdiah, yang menerima keluhan orang tua akan adanya pungutan itu mencoba memberikan pengertian dan akan mempertanyakan sejauh mana program Gratis Pol tersebut dijalankan.
“Masyarakat berharap program pendidikan Gratis Pol itu benar-benar bisa dirasakan masyarakat keseluruhan, terealisasikan dan terlaksana. Siapa yang berhak mendapatkan dan semuanya itu akan dikomunikasikan dan dikoordinasikan ke pihak pemerintah provinsi. Sampai di mana batasan pemberian program Gratis Pol itu,” kata Hamdiah di ruang kerjanya, Kamis (3/7/2025)
Diakui Hamdiah, bila komunikasi dan koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi sudah jelas, maka semuanya itu hendaknya langsung dikomunikasi hingga ke kecamatan dan menyentuh masyarakat di desa-desa.
Mengenai dana biaya operasional sekolah (BOS) nasional, maupun BOS daerah, aturannya sudah ada dan peruntukkan juga jelas, jadi jangan sampai dana BOS nasional maupun BOS daerah, mengorbankan hak-hak anak sekolah.
“Jangan sampai dana BOS itu digunakan untuk membeli peralatan yang tidak menyentuh anak-anak sekolah,” tegas Hamdiah.#
Reporter: Hardin|Editor:Hoesin KH|Adv|DPRD Kukar
Comments are closed.