BeritaKaltim.Co

KLH Dorong Penanggulangan Karhutla Terpadu, Titik Api di Kaltim Menurun

BERITAKALTIM.CO- Menteri Lingkungan Hidup (LH)/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan apresiasi atas penurunan signifikan jumlah titik api (hotspot) di Kalimantan Timur (Kaltim) tahun ini. Berdasarkan data terkini, tercatat hanya 15 titik api aktif, jauh lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Ini menunjukkan ada dua faktor besar yang berperan. Pertama, kondisi iklim yang mendukung, dan kedua, kerja nyata dari Gubernur, jajaran bupati, serta seluruh stakeholder dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla),” ujar Hanif usai memimpin Konsolidasi Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Pengendalian Kebakaran Lahan di Provinsi Kaltim, di Hotel Novotel Balikpapan, pada hari Jumat, 4 Juli 2025.

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan, Kementerian LHK terus mendorong partisipasi aktif seluruh pihak, termasuk perusahaan perkebunan kelapa sawit besar melalui Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). “Kami telah mengarahkan agar seluruh perusahaan menyiapkan sarana, pendanaan, skema kerja, hingga pelibatan kelompok tani peduli api,” katanya.

Hanif menekankan pentingnya pengawasan bersama dan konsolidasi melalui organisasi seperti GAPKI. Saat ini, hanya sekitar 80 dari lebih 300 perusahaan sawit di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur yang tergabung dalam GAPKI. “Kami akan mengaitkan keanggotaan GAPKI dengan penilaian perusahaan, agar ada dorongan kuat untuk ikut serta dalam pengendalian lingkungan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan kolektif menjadi keharusan, mengingat Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud tidak mungkin mengelola lebih dari 1,5 juta hektare kebun sawit dan lebih dari 3 juta hektare HGU secara sendiri-sendiri. “Konsolidasi ini penting agar pengendalian lingkungan lebih terstruktur dan efektif,” tegas Hanif.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, menyambut baik hasil penurunan titik api. Ia menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama semua pihak dan akan terus ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah, jumlah titik api menurun. Namun bila ke depan masih ada perusahaan yang lalai, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” tegas Gubernur Rudy.

Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, pelaku usaha, dan masyarakat demi menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana ekologis berulang. #

Reporter: Niken | Editor: Wong

Comments are closed.