BeritaKaltim.Co

SMAN 16 Samarinda Tampil Jadi Sekolah Digital, Semua Kelas Dilengkapi Smart TV

BERITAKALTIM.CO – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 16 Samarinda, Kalimantan Timur, perlahan namun pasti menjelma menjadi sekolah digital unggulan. Dengan 30 ruang kelas yang semuanya telah dilengkapi Smart TV, serta ruang belajar yang berpendingin udara, sekolah ini menjadi pionir dalam mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara komprehensif di lingkungan pendidikan.

Kepala SMAN 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahrudin, mengungkapkan bahwa digitalisasi yang mereka jalankan adalah bagian dari upaya menyelaraskan pendidikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi saat ini.

“Seluruh kelas kami, termasuk 10 rombongan belajar (rombel) kelas X, sudah menggunakan Smart TV sebagai pengganti LCD proyektor konvensional. Bahkan sudah ada AC di kelas-kelas itu. Harapan kami, kelas XI dan XII juga segera menyusul,” ujar Rozak saat ditemui di sela-sela di kantornya, Kamis (10/7/2025).

Menurutnya, keberadaan Smart TV tidak hanya sekadar mempercantik ruang kelas, melainkan telah menjadi alat bantu utama dalam transformasi cara mengajar.

Sekolah pun bersiap untuk menguatkan posisinya sebagai sekolah unggulan berbasis teknologi.

“Kami berharap bisa menjadi sekolah ikon digital. Dengan adanya fasilitas ini, pembelajaran lebih hidup, siswa lebih antusias, dan guru lebih mudah berkreasi,” tambahnya.

Guru Sejarah: “Ceramah Saja Tidak Cukup Lagi”

Transformasi digital di SMAN 16 Samarinda tak hanya dirasakan oleh kepala sekolah, tetapi juga langsung berdampak pada praktik mengajar guru di kelas.

Nurul Aini, guru mata pelajaran sejarah, mengakui bahwa penggunaan Smart TV sangat membantu dalam menjelaskan materi yang bersifat naratif dan visual.

“Kalau saya cuma bercerita soal sejarah kerajaan atau peninggalan budaya, banyak siswa kesulitan membayangkan. Tapi dengan Smart TV, saya bisa langsung tampilkan gambar, video, atau animasi. Misalnya saat menjelaskan struktur candi, anak-anak langsung tahu bentuknya seperti apa,” tutur Nurul.

Ia mengatakan, sebelumnya mereka harus berebut menggunakan LCD proyektor yang jumlahnya terbatas dan harus dipinjam terlebih dahulu.

Namun kini, semua kelas memiliki Smart TV permanen, yang bisa digunakan kapan saja tanpa antre.

Bagi siswa, digitalisasi membuat pembelajaran terasa lebih menyenangkan. Smart TV bahkan digunakan untuk mendukung suasana santai saat istirahat.

“Anak-anak kalau istirahat biasanya memutar YouTube atau musik, tentu dengan pengawasan. Itu membuat suasana kelas lebih nyaman, tidak kaku,” tambah Nurul.

Setiap kelas ditunjuk penanggung jawab penggunaan Smart TV dari kalangan siswa. Mereka juga diberi pelatihan dan sosialisasi cara penggunaan serta aturan mainnya.

Bahkan, pengawasan pun dibantu dengan CCTV di setiap ruang kelas untuk menjaga barang tetap aman dan pemakaian tertib.

“Kami tekankan tanggung jawab pada siswa. Kalau rusak, bisa ketahuan dari CCTV siapa yang pakai. Itu bagian dari edukasi karakter juga,” katanya.

Fasilitas Smart TV memungkinkan guru menampilkan berbagai media pembelajaran, mulai dari presentasi PowerPoint, video dari YouTube, hingga aplikasi peta digital untuk pelajaran geografi.

“Kami tinggal colok USB atau sambung laptop via HDMI. Bahkan beberapa guru langsung buka browser untuk menjelaskan materi. Ini jauh lebih efisien daripada metode lama,” ujar Nurul.

Dengan berbagai fitur yang tersedia, guru tak lagi terbatas dalam metode mengajar. Bahkan, suasana belajar bisa dibuat lebih hidup, seperti saat diskusi kelompok, guru memutar musik latar untuk membangkitkan semangat siswa.

Reporter : Yani | Editor : Wong

Comments are closed.