BERITAKALTIM.CO-Dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Wali Kota menyampaikan Nota Penjelasan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025–2029.
Nota penjelasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin, di Gedung Parkir Lantai 8 Klandasan Balikpapan, pada hari Kamis, 24 Juli 2025.
Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa RPJMD periode lima tahun ke depan menjadi dokumen strategis yang akan menjadi pedoman arah pembangunan Kota Balikpapan, yang merujuk pada visi jangka panjang “Balikpapan Nyaman untuk Semua 2045.”
“RPJMD 2025–2029 disusun berdasarkan proyeksi dan kondisi aktual Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terakhir tahun 2025, dengan fokus pada pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara bertahap,” ujar Muhaimin.
Ia menjelaskan, PAD Balikpapan pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp1,4 triliun. Pemerintah menargetkan peningkatan bertahap selama lima tahun, dengan proyeksi PAD tahun 2026 sebesar Rp1,5 triliun, hingga terus meningkat secara realistis sampai tahun 2030.
“Semua perhitungan ini telah melalui kajian dari BPPDRD. Kenaikan PAD tidak bisa drastis, tetapi bertahap dan terukur,” tambahnya.
Muhaimin mencontohkan potensi kenaikan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), salah satu penyumbang terbesar PAD. Ia menyoroti banyaknya pengembang perumahan yang belum memperbarui data perubahan bangunan, seperti rumah tipe 45 yang diperluas menjadi tipe 80, namun PBB yang dibayar masih berdasarkan tipe awal. “Jika data ini diperbarui, maka potensi pendapatan dari PBB bisa meningkat signifikan,” jelasnya.
Selain dari PBB, sektor pajak hotel dan restoran juga menjadi andalan. Pertumbuhan penduduk dan pembangunan hunian baru turut menambah potensi penerimaan daerah.
Di sisi lain, Pemkot juga mendorong optimalisasi potensi dari investasi melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta sektor pariwisata dan olahraga lewat Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora).
Ia menekankan pentingnya dalam RPJMD melaksanakan penyelenggaraan event-event nasional sebagai salah satu strategi meningkatkan perputaran ekonomi daerah. Ia mencontohkan suksesnya ajang Dekranasda yang berdampak besar pada pertumbuhan sektor jasa dan UMKM. “Hotel penuh, kuliner ramai, sewa kendaraan laku, UMKM bergairah, semua ini menunjukkan multiplier effect yang besar bagi ekonomi daerah,” ungkapnya.
Karena itu, Pemkot mendorong agar perangkat daerah terkait terus menghadirkan event nasional setiap tahun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD secara berkelanjutan. “Kalau ini berjalan konsisten, maka peningkatan PAD akan terjadi secara otomatis,” tutup Muhaimin. #
Reporter: Niken | Editor: Wong
Comments are closed.