BeritaKaltim.Co

Peringatan Hari Anak Nasional 2025, Pemprov Tekankan Pembinaan Anak Menuju Generasi Emas 2045

BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap 23 Juli dengan tema “Anak Hebat Indonesia”, sebagai upaya memperkuat pembinaan dan perlindungan anak agar tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, beriman, berakhlak mulia, dan sehat jasmani.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kaltim, Noryani Sorayalita, dalam laporannya mengatakan bahwa peringatan HAN tidak hanya seremonial, melainkan sebagai momentum strategis untuk menyiapkan anak-anak Indonesia menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

“Setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional karena anak perlu diberikan bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa, dan semangat kebangsaan serta kesehatan jasmani agar berkembang menjadi manusia yang luhur, berakhlak mulia, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Noryani di Olah Bebaya, Rabu (30/7/2025).

Noryani menjelaskan bahwa pembinaan anak tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui proses yang berkesinambungan untuk meningkatkan kesadaran anak terhadap kewajibannya kepada orang tua dan bangsa.

“Peringatan ini dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya memudahkan anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal, berpartisipasi dalam kehidupan sosial, serta mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas DP3A Kaltim ini menegaskan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momen penting untuk memberikan ruang bagi anak mengekspresikan diri melalui kegiatan positif yang bermanfaat.

“Momentum ini juga menjadi ajang refleksi agar kita semua dapat memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak, sehingga mereka siap menjadi pewaris bangsa yang berkualitas,” katanya.

Noryani juga mengingatkan pentingnya menyiapkan anak-anak sebagai generasi emas Indonesia di tahun 2045, yang merupakan tonggak 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

“Anak-anak kita harus memiliki kekuatan dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan industri dan sektor lain. Mereka adalah tangan kanan yang akan meneruskan pembangunan bangsa,” ujarnya.

Uniknya, perayaan HAN tahun ini di Kaltim berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Noryani mengungkapkan bahwa suara anak-anak akan disampaikan langsung kepada Presiden melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Ini merupakan upaya memperkuat peran serta anak dalam pembangunan, walaupun kondisi membatasi pelaksanaan kegiatan besar, kami tetap mengundang sekitar 500 anak dari berbagai sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan energi anak-anak yang ditampilkan dalam acara tersebut.

“Kami menyaksikan beberapa grup anak-anak yang menampilkan seni budaya tradisional dan drama dengan sangat luar biasa, bahkan anak-anak berusia 4-5 tahun sudah mampu menunjukkan kemampuan mereka,” kata Seno.

Menurut Seno, penampilan anak-anak ini merupakan wujud pendidikan yang baik, baik bagi anak itu sendiri maupun bagi para orang tua dan guru yang membimbing mereka. Ia juga menekankan pentingnya perlakuan baik dan pemenuhan hak anak.

“Banyak tayangan di media sosial yang menunjukkan perlakuan kurang baik kepada anak dari orang tua angkat, guru, dan lain-lain. Kami berharap hal ini tidak terjadi di Kalimantan Timur. Semua anak harus mendapatkan hak dan masa depan yang cerah,” tegasnya.

Seno juga memberikan analogi yang menarik, menyebutkan bahwa anak-anak ibarat kertas putih yang harus diisi dengan cinta dan perhatian agar tumbuh menjadi pribadi yang baik.

“Kalau kertas putih itu diisi dengan cinta, maka anak-anak kita akan tumbuh dengan baik dan menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh,” ujar Seno.

Wagub Kaltim juga mengajak para orang tua, pendidik, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendidik anak-anak dengan baik dan tidak menyakiti mereka.

“Berikan yang terbaik untuk masa depan mereka, karena ini adalah tanggung jawab kita semua,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Seno juga menyoroti tiga hal penting yang harus menjadi perhatian bersama. Pertama, tugas memberikan penghargaan dan pengakuan kepada anak-anak berprestasi agar semakin termotivasi.

Kedua, masih banyak anak-anak yang belum memahami perilaku baik dan bahkan diminta bekerja oleh orang tua, seperti ikut bertani atau melayani masyarakat.

Ketiga, ini merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan orang tua.

“Pemerintah mendorong inisiatif asuransi pendidikan dan memperluas akses beasiswa agar semua anak tanpa terkecuali memiliki kesempatan yang sama untuk sukses,” kata Seno.

Lebih jauh, Seno mengingatkan bahwa pemerintah pusat telah mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan bahwa anak usia sekolah dasar dan menengah wajib mendapatkan pendidikan gratis dari pemerintah kabupaten/kota.

“Alhamdulillah, di Kalimantan Timur kita telah menyediakan pendidikan gratis mulai dari PAUD, TK, SD, SMP yang dikelola pemerintah kabupaten/kota, Sementara SMA, SMK, serta perguruan tinggi yang dikelola pemerintah provinsi,” jelasnya.

Wakil Gubernur mengajak semua pihak untuk menyiapkan generasi muda agar dapat bersaing di masa depan dan menjadi pengganti yang sukses sebagai politisi, pengusaha, aparatur pemerintah, bahkan hingga jabatan tertinggi seperti gubernur, wakil gubernur, dan presiden Republik Indonesia.

“Jangan takut bermimpi setinggi langit, bahkan sampai langit ketujuh, karena kalaupun kita jatuh, kita akan jatuh di antara bintang-bintang,”pungkasnya.

Reporter : Yani | Editor : Wong
.

Comments are closed.