BeritaKaltim.Co

RSUD Taman Husada Bontang Musnahkan Limbah Medis dengan Incinerator untuk Menjaga Keamanan Lingkungan

BERITAKALTIM.CO – RSUD Taman Husada Kota Bontang menggunakan incinerator untuk mengelola limbah medis berbahaya dan beracun (B3) dengan cara pembakaran yang aman dan terkendali.

Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan (Kesling) RSUD Taman Husada, Sri Erna Nilawati, menjelaskan bahwa setiap limbah medis, termasuk sisa penggunaan alat kesehatan atau bahan medis lainnya, dimusnahkan dengan pembakaran suhu tinggi mencapai 800 hingga 1.200 derajat Celsius menggunakan Incinerator, alat yang mampu mengurai limbah medis hingga menjadi abu.

Incinerator memiliki dua unit barner dalam sistem incinerator, yakni barner 1 dan barner 2, yang berfungsi untuk memastikan pembakaran limbah berlangsung secara maksimal.

“Setiap sampah medis yang sudah dipisahkan dari sampah non-medis akan dibakar di incinerator kami. Kapasitas incinerator yang ada saat ini mampu membakar hingga 200 kilogram limbah medis, namun rata-rata kami hanya membakar sekitar 80 kilogram limbah setiap kali pemusnahan,” kata Sri Erna, Selasa, (29/7/2025).

Limbah medis yang dihasilkan oleh setiap klinik atau ruang perawatan di RSUD Taman Husada telah dipisahkan dengan baik untuk memastikan tidak tercampur dengan sampah non-medis. Pengelolaan yang rapi ini, menurut Sri Erna, penting untuk menjaga kualitas pembakaran dan meminimalisir dampak lingkungan.

Setelah pembakaran, sisa hasil pembakaran berupa abu akan dikirim ke PT PPLI, sebuah perusahaan asal Jepang yang mengelola jasa pembuangan limbah.

“Kami mengirim abu tersebut setahun sekali untuk dikelola lebih lanjut,” jelasnya.

Dengan menggunakan incinerator sebagai metode pemusnahan limbah medis, RSUD Taman Husada berkomitmen untuk mengelola limbah medis secara aman, mengurangi risiko pencemaran, dan menjaga kelestarian lingkungan di sekitar rumah sakit.

“Incinerator yang kami miliki sudah ada sejak RSUD ini berdiri dan telah direnovasi hingga tiga kali untuk memastikan alatnya berfungsi dengan baik dan memenuhi standar keselamatan,” tutupnya.#

Reporter: San | Editor: Wong | Adv

Comments are closed.