BERITAKALTIM.CO – Aksi demonstrasi terjadi di berbagai daerah Indonesia. Mulai di Samarinda, Kalimantan Timur, Kota Tarakan Kalimantan Utara, Gorontalo hngga Maluku. Pihak kepolisian dan pemerintah sudah mengantisipasi dan berharap massa yang berunjukrasa menjaga situasi agar tetap kondusif.
Di Kota Samarinda, titik sasaran demonstrasi dipastikan di Gedung DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar. Sejak pukul 08.00 Wita, Senin (1/9/2025), walaupun belum berdatangan tapi sudah banyak pedagang yang muncul untuk mengais rejeki di keramaian aksi unjukrasa.
Sementara itu, di Maluku Kepolisian mengimbau kepada seluruh pelajar untuk tetap berada di rumah dan tidak terlibat demonstrasi di Kota Ambon demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Kami mengimbau untuk anak-anak sekolah yang ada di Kota Ambon untuk tetap di rumah dan melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa menimbulkan mereka sebagai korban atau masalah yang tidak diinginkan bersama,” kata Kepala Bidang Humas Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Rositah Umasugi, di Ambon, Senin.
Ia juga berterima kasih kepada Dinas Pendidikan yang telah meliburkan seluruh siswa/pelajar di Kota Ambon demi menghindari gangguan saat proses belajar mengajar di sekolah.
Sebelumnya, demi menjaga keamanan dan keselamatan warga sekolah, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Musyawarah Kerja Kepala SMA Kota Ambon, resmi mengeluarkan edaran pembelajaran secara daring.
Dalam surat edaran yang ditandatangani Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) E. Laturiuw dan Sekretaris Husin Difunubun, disebutkan langkah ini diambil setelah dilakukan koordinasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.
Dalam surat edaran tersebut juga diatur dalam salah satu poin, yakni peserta didik diimbau untuk tetap berada di rumah serta tidak ikut terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan.
Di sisi lain, Polda Maluku telah mengerahkan sebanyak 735 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa yang digelar berbagai elemen mahasiswa di Kota Ambon pada Senin ini.
Ratusan personel tersebut terdiri atas gabungan personel Polda Maluku sebanyak 360 personel, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease sebanyak 315 personel, serta BKO TNI sebanyak 60 personel. Mereka akan disebar di beberapa titik strategis lokasi aksi, termasuk di depan Mapolda Maluku dan kantor DPRD Provinsi Maluku.
Di Gorontalo, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Komunitas Pengemudi ojek online (Ojol) menggelar doa dan dzikir bersama untuk stabilitas keamanan negeri khususnya di daerah Provinsi Gorontalo, Minggu malam.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Gorontalo mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk permohonan doa semua pihak di Gorontalo dalam rangka menyikapi kejadian-kejadian dalam beberapa hari terakhir, baik ditingkat nasional maupun daerah.
“Kami sama-sama memanjatkan harapan dan doa, agar kiranya kejadian-kejadian buruk yang terjadi kemarin tidak terulang lagi,” kata Gusnar.
Langkah dan sikap yang diambil para pengemudi Ojol di Gorontalo dinilai patut mendapatkan apresiasi, karena mereka memilih lebih fokus pada permohonan untuk kepentingan kesejahteraan, dibanding harus berunjukrasa dengan cara yang anarkis hingga merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo mengatakan dirinya bangga dengan keputusan dari para komunitas pengemudi Ojol di Gorontalo, yang menginginkan stabilitas keamanan di daerah berlangsung aman, damai, dan kondusif.
Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, sejumlah tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat menyatakan sikap bersama dalam Deklarasi Kota Tarakan Damai yang dibacakan pada Minggu malam (31/8).
“Deklarasi ini menjadi penegasan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta keharmonisan sosial di Kota Tarakan,” kata Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Datuk Dissan Maulana.
Dalam deklarasi yang dibacakan secara bersama dipimpin Ketua Forum Pembauran Kebangsaan, sebagai sesepuh masyarakat.
Para tokoh masyarakat sepakat bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengerahkan sebanyak 2.000 personel dalam pengamanan aksi unjuk rasa yang dilalukan sejumlah elemen masyarakat di wilayah tersebut, Senin.
“Dari total itu, sebanyak 1.200 personel terlibat mengamankan jalannya aksi unjuk rasa hari ini, sementara selebihnya bersiaga,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut Komisaris Besar Polisi Ferry Walintukan di Medan.
Ferry mengatakan pengamanan itu terkonsentrasi di beberapa titik aksi unjuk rasa, di antaranya Gedung DPRD Sumut, DPRD Kota Medan, dan Markas Polda Sumut.
“Pengamanan itu sebagai bentuk menjaga para pengunjuk rasa untuk berekspresi agar tidak disalahgunakan hingga menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
ANTARA | Wong
Comments are closed.