BERITAKALTIM.CO– Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, melaporkan perkembangan terbaru kasus penembakan yang menewaskan Zetro Leonardo Purba. Polisi Peru berhasil menangkap lima warga negara asing (WNA) dalam operasi besar yang menyasar kelompok kriminal “Los Maleantes del Cono.
Dalam operasi tersebut, Kepolisian Nasional Peru menahan tiga warga negara Venezuela dan dua warga negara Kuba. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pistol Taurus kaliber 3,80, amunisi, batang dinamit, serta sebuah sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi penembakan. Selain itu, sejumlah ponsel milik para tersangka juga diamankan untuk dianalisis secara forensik.
Kasus ini bermula dari penembakan terhadap Zetro Leonardo Purba oleh kelompok kriminal bersenjata di Peru. Kepolisian menyatakan operasi penangkapan dilakukan setelah rangkaian penyelidikan intensif terhadap jaringan “Los Maleantes del Cono”, yang dikenal kerap melakukan aksi kekerasan di wilayah tersebut.
Penyelidikan awal mengarah pada identifikasi kendaraan bermotor yang sesuai dengan ciri-ciri sepeda motor pelaku penembakan. Dari situlah, polisi kemudian menelusuri jaringan hingga berhasil menangkap lima orang tersangka. Analisis lebih lanjut terhadap ponsel, uji bubuk mesiu, dan penelusuran bahan peledak kini tengah dilakukan untuk memastikan keterlibatan para tersangka.
Menurut Kepolisian Peru, penyelidikan masih berfokus pada dua kemungkinan besar: aksi balas dendam atau keterkaitan dengan jaringan kriminal yang lebih luas. Hasil analisis forensik diharapkan bisa memperjelas motif dan mengungkap dalang utama di balik pembunuhan Zetro Leonardo Purba.
KBRI Lima menegaskan akan terus memantau kasus ini dan menyampaikan perkembangan terbaru kepada pemerintah Indonesia. #
Editor: Wong
Comments are closed.