BeritaKaltim.Co

Gubernur Kaltim: Besok Saya Temui Menteri Keuangan

BERITAKALTIM.CO — Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), menegaskan akan melakukan langkah cepat menyikapi rencana pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat. Hal ini disampaikan dalam rapat pimpinan (morning briefing) yang digelar di Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Kaltim, Jalan Kadrie Oening, Samarinda, Senin (6/10/2025).

Dalam rapat yang dihadiri Wakil Gubernur Seno Aji, Sekdaprov Sri Wahyuni, serta para kepala perangkat daerah, Gubernur Harum menyebutkan bahwa rencana pengurangan TKD dapat berdampak besar pada pembangunan daerah, terutama bagi Kaltim sebagai daerah penghasil minyak, gas, dan batu bara.

“Besok saya akan bertemu Menteri Keuangan. Kita akan berjuang untuk anggaran pembangunan Kaltim. Untuk itu, saya perlu data akurat tentang sumber-sumber pendapatan kita dari dana transfer dan lain-lain,” tegasnya.

Rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan untuk melakukan efisiensi nasional termasuk pemangkasan TKD diketahui dapat mencapai lebih dari 50 persen dari alokasi sebelumnya. Untuk Kaltim, total transfer ke daerah dalam KUA-PPAS 2026 diproyeksikan sekitar Rp9,33 triliun, mencakup Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta dana insentif daerah.

Gubernur Harum menyatakan, langkah lobi ke pemerintah pusat penting dilakukan agar Kaltim tidak dirugikan oleh kebijakan yang diberlakukan secara seragam tanpa memperhatikan kontribusi fiskal daerah.

“Menghadapi berbagai situasi saat ini, semua OPD harus bekerja jenius, tidak cukup hanya bekerja cerdas,” ujarnya.

Selain memperjuangkan tambahan dana pembangunan, Gubernur juga meminta seluruh unit pelaksana teknis daerah (UPTD) di lingkungan Pemprov Kaltim untuk lebih optimal menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian fiskal sekaligus mempercepat realisasi program prioritas.

Dalam kesempatan yang sama, Wagub Seno Aji menyoroti sektor pertanian yang menunjukkan tren positif. “Kita sudah mampu memanen 300 ribu ton gabah kering, dan target akhir tahun 350 ribu ton. Dengan perluasan lahan sawah 1.800 hektare, tahun depan kita optimis bisa swasembada beras,” katanya.

Rapat pimpinan tersebut juga membahas percepatan serapan anggaran menjelang akhir tahun. Gubernur Harum berharap realisasi anggaran dapat berjalan baik guna menjaga pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan fiskal akibat penurunan transfer pusat.

Editor: Wong

Comments are closed.