BERITAKALTIM.CO — Pagi itu, ombak di Pantai Melawai, Kecamatan Balikpapan Kota, terlihat tenang. Beberapa warga tampak duduk santai di tepi pantai, menikmati udara laut. Tapi suasana mendadak berubah mencekam ketika kabar tentang seorang remaja yang tenggelam menyebar cepat di antara pengunjung.
Namanya M. Rasyid Al Fauzi, 14 tahun, warga Jalan Soekarno Hatta KM 3, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara. Hari Minggu itu, (19/10/2025), yang seharusnya menjadi hari bermain di pantai bersama teman-temannya, justru menjadi hari terakhir dalam hidupnya.
Begitu laporan diterima, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan langsung mengerahkan tim gabungan ke lokasi.
“Sejak laporan pertama diterima, operasi SAR langsung kami gelar. Tim menyisir perairan dan memantau dari darat,” ujar Komandan SRU, Dwi Adi Wibowo, dalam keterangan resminya.
Hari pertama pencarian berlangsung hingga malam. Ombak yang sesekali meninggi dan arus laut yang berubah arah membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati.
Masyarakat sekitar ikut turun membantu, sebagian memantau dari dermaga, sebagian lainnya ikut mendukung tim SAR dengan perahu kecil mereka.
“Kami tidak ingin menyerah sebelum korban ditemukan,” kata salah satu relawan yang ikut dalam pencarian, matanya menatap laut lepas yang mulai gelap.
Pada hari kedua, Senin pagi (20/10/2025) pukul 10.47 WITA, harapan dan kecemasan bertemu dalam satu garis pandang.
Tim SAR akhirnya menemukan jasad Rasyid mengapung di sekitar area pencarian, tak jauh dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.
“Begitu korban ditemukan, tim segera melakukan evakuasi dan menyerahkan korban kepada pihak keluarga melalui aparat setempat,” ungkap Dwi Adi.
Tangis pecah di bibir pantai saat jasad remaja itu diangkat dari air. Keluarga yang menunggu sejak malam sebelumnya tak mampu menahan duka.
Operasi pencarian ini melibatkan banyak unsur: Basarnas Balikpapan, BPBD, TNI AL, Polair Polres, Sabhara, Polsek Semayang, Babinsa Balikpapan Kota, relawan SAR, dan juga masyarakat sekitar.
Kerja sama lintas instansi itu menjadi bukti nyata solidaritas dan kepedulian warga Balikpapan terhadap sesama.
Meski hasil akhirnya menyedihkan, upaya maksimal telah dilakukan sejak menit pertama laporan masuk.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu. Meskipun korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, semua sudah berupaya maksimal,” ujar Dwi.
Pantai Melawai memang kerap menjadi tempat favorit warga untuk bersantai. Namun di balik keindahan sunset-nya, laut menyimpan bahaya yang sering tak disadari.
Basarnas mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama bagi anak-anak dan remaja yang belum mahir berenang.
“Keselamatan jiwa adalah prioritas utama. Kami mengajak masyarakat memperhatikan faktor cuaca dan keamanan sebelum beraktivitas di laut,” pesan Dwi menutup keterangannya.
WONG
Comments are closed.