BERITAKALTIM.CO—Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan mulai menata ulang kawasan MT Haryono, yang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner dan hiburan malam paling ramai di kota Balikpapan. Penataan dilakukan melalui penerapan Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL), dengan dukungan penyediaan kantong parkir baru untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus menekan pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi di sepanjang ruas jalan tersebut.
“MT Haryono ini kawasan padat aktivitas, terutama malam hari. Jadi kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa menimbulkan kemacetan. Kami tidak hanya menertibkan, tapi juga menyiapkan solusi,” ujar Fadli, usai melakukan penertiban di MT. Haryono pada hari Sabtu (25/10/2025) malam.
Dalam waktu dekat, Dishub akan mulai memasang rambu-rambu lalu lintas dan melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat terkait aturan parkir di kawasan tersebut. Warga nantinya hanya diperbolehkan memarkir kendaraan di bahu jalan pada jam-jam tertentu yang sudah ditetapkan.
Selain itu, Dishub telah menyiapkan dua lokasi kantong parkir baru untuk mendukung penerapan kawasan tertib lalu lintas tersebut. Lokasi pertama berada di area dekat Mie Gacoan dengan lahan bersekat seng merah, sementara yang kedua berada di dalam kawasan Citra City.
“Kedua lahan ini bisa menampung sekitar 600 kendaraan. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pengelola dan dalam dua minggu ke depan diharapkan sudah bisa digunakan,” jelas Fadli.
Selama 30 hari pertama penerapan KTL, Dishub bersama Satlantas Polresta Balikpapan akan fokus pada pengawasan dan edukasi tanpa langsung menjatuhkan sanksi. Pengawasan akan difokuskan pada akhir pekan, antara Jumat hingga Minggu, saat arus kendaraan meningkat tajam.
Fadli menegaskan, tujuan utama kebijakan ini bukan sekadar penertiban, melainkan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya keteraturan di jalan umum.
“Kami ingin menciptakan keseimbangan antara aktivitas ekonomi warga dan kelancaran lalu lintas. Jadi bukan hanya menindak, tapi menata agar semua merasa nyaman,” tutupnya.
NIKEN | WONG | adv
Comments are closed.