BeritaKaltim.Co

Pakar Cyber Peringatkan Masyarakat: Waspadai Modus Penipuan Digital yang Kian Canggih

BERITAKALTIM.CO — Seiring meningkatnya aktivitas transaksi digital di Indonesia, pakar keamanan siber nasional mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap beragam modus penipuan online yang kini semakin sulit dikenali.

Menurut Sudhista Febriawan Wira Pratama, pakar cyber dari GHO Cyber Security and Fraud Management Finnet Indonesia, sebagian besar kasus penipuan digital tidak disebabkan oleh kelemahan sistem, melainkan karena manipulasi sosial atau social engineering yang menargetkan pengguna secara langsung.

“Ciri umum pelaku penipuan digital bisa dikenali dari sikap tergesa-gesa, menjanjikan hadiah, atau meminta data sensitif seperti PIN dan kode OTP,” kata Sudhista dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/11).

Social Engineering Jadi Modus Utama Penipuan Digital

Sudhista menjelaskan bahwa sistem keamanan digital milik penyedia infrastruktur keuangan seperti Finnet Indonesia sudah dirancang berlapis dan canggih, dengan teknologi deteksi penipuan (fraud detection), perlindungan data, serta pemantauan transaksi waktu nyata (real-time monitoring).

Namun, kecanggihan sistem tersebut tidak akan efektif jika pengguna secara sukarela memberikan data pribadi kepada pelaku kejahatan digital.

“Banyak kasus terjadi bukan karena sistem yang lemah, tetapi karena korban tertipu memberikan OTP, PIN, atau data pribadi kepada pelaku.

Sistem bisa mendeteksi anomali transaksi, tapi tidak bisa menghentikan jika pengguna sendiri menyerahkan datanya,” tegasnya.

Tips Aman dari Pakar Cyber

Untuk mencegah penipuan digital, Sudhista membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat agar tidak menjadi korban:

  1. Jangan klik tautan mencurigakan atau yang dikirim melalui pesan singkat dan media sosial.

  2. Jangan bagikan kode OTP, PIN, atau data pribadi, bahkan kepada pihak yang mengaku dari bank atau layanan resmi.

  3. Unduh aplikasi hanya dari sumber resmi seperti Play Store atau App Store.

  4. Tutup panggilan telepon mencurigakan dan jangan pernah menyebutkan data pribadi melalui telepon.

  5. Laporkan pesan mencurigakan sebagai spam dan hapus segera setelah diterima.

    “Jika menerima fake call atau pesan dengan tautan mencurigakan, jangan diklik. Segera laporkan. Ini langkah kecil, tapi sangat penting untuk melindungi data dan uang Anda,” ujar Sudhista.

Kesadaran Digital Jadi Pertahanan Terbaik

Pakar cyber itu menegaskan bahwa pencegahan paling efektif adalah kombinasi antara teknologi kuat dan kesadaran pengguna yang tinggi.
Menurutnya, literasi digital masyarakat harus terus diperkuat agar tidak mudah tertipu dengan modus penipuan baru yang terus berevolusi.

“Mari menjadi generasi yang tidak hanya melek digital, tetapi juga tahan tipu digital.

Keamanan adalah tanggung jawab bersama — antara regulator, penyedia layanan, dan masyarakat,” kata Sudhista menutup keterangannya.

Waspada Modus Baru Penipuan Digital

Beberapa modus yang saat ini marak dilaporkan di Indonesia antara lain:

  • Penipuan undian palsu dan link hadiah elektronik.

  • Akun palsu customer service bank dan e-wallet.

  • Phishing melalui email atau pesan WhatsApp.

  • Penawaran kerja palsu yang meminta data pribadi atau transfer uang.

Pakar menegaskan, dengan kewaspadaan dan edukasi yang baik, masyarakat dapat menjadi benteng utama dalam melawan ancaman kejahatan digital yang semakin kompleks.

ANTARA | WONG

Comments are closed.