BERITAKALTIM.CO-Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil peran strategis sebagai jembatan peradaban dunia guna memperkuat nilai kemanusiaan, perdamaian, serta kolaborasi antarbangsa.
Hal itu disampaikan Ibas saat membuka World Peace Forum ke-9 di Gedung MPR RI, Jakarta, yang mengangkat tema “Indonesia as a Bridge of Civilizations: From Dialogue to Global Collaboration, Strengthening Values and Creating Harmony”, sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
“Peradaban sejati lahir ketika seluruh bangsa bekerja bersama dalam pendidikan, kebudayaan, teknologi hijau, hingga pembangunan ekonomi yang inklusif,” ujar Ibas.
Menurutnya, Indonesia memiliki modal sosial dan budaya yang kuat dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman. Hal itu tercermin dari semangat toleransi antarumat beragama, suku, dan ras yang telah lama menjadi ciri khas bangsa.
“Lebih dari 1.300 kelompok etnis dan ratusan bahasa daerah hidup berdampingan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ucapnya.
Ibas juga menyoroti peran aktif Indonesia di kancah internasional melalui politik luar negeri “Seribu Kawan, Tanpa Musuh” (Thousand Friends, Zero Enemy), yang menjadikan Indonesia sebagai penghubung antara Utara dan Selatan, Timur dan Barat, serta Dunia Islam dan Dunia Barat.
“Kami tidak mengklaim tahu segalanya, tetapi kami berkomitmen untuk terus belajar, berbagi, dan berjalan bersama masyarakat global menuju perdamaian dan saling pengertian,” kata Ibas.
Ia menambahkan, status Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia menjadi pondasi penting dalam memperkuat konsep Wasatiyyat Islam, yakni Islam yang moderat, adil, dan penuh kasih sayang.
Ibas mengungkapkan, Indonesia telah mengangkat gagasan tersebut dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah pada Desember 2024.
“Dunia memerlukan Islam yang menebar kedamaian, bukan ketakutan; yang menumbuhkan harapan, bukan perpecahan,” tegasnya.
Dengan posisi strategis sebagai negara Muslim terbesar yang tetap menjaga kerukunan lintas agama, ras, dan budaya, Ibas optimistis Indonesia dapat menjadi jembatan utama dalam mewujudkan perdamaian global yang berkelanjutan.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.