BeritaKaltim.Co

Pemkot Balikpapan Evaluasi Program MBG, Baru 7 Lembaga Penuhi Standar Higienis

BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menyasar pelajar tingkat PAUD, SD, dan SMP. Evaluasi dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Polda Kaltim, satuan tugas MBG, dan Dinas Pendidikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin, mengatakan evaluasi tersebut penting, untuk memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh penyelenggara program mematuhi standar kelayakan makanan serta higienitas.

“Dari 65 lembaga yang sudah memiliki izin, hanya sekitar 10 yang memenuhi syarat, dan baru 7 di antaranya memiliki Surat Keterangan Higienis dari Dinas Kesehatan. Ini artinya masih banyak yang perlu dibenahi,” ujar Muhaimin ditemui usai kegiatan FGD Sinergitas Lintas Sektor dalam efektivitas Program MBG, di Auditorium Balai Kota, pada hari Selasa, 11 November 2025.

Ia menegaskan, persoalan utama bukan hanya soal perizinan, tetapi juga proses penyediaan makanan dari dapur hingga sampai ke tangan siswa. “Sering kali kita hanya melihat makanan tiba di sekolah, padahal ada proses panjang yang harus dijaga mulai dari memasak, pengemasan, hingga distribusi. Kalau tidak diawasi dengan benar, makanan bisa basi dan membahayakan anak-anak,” jelasnya.

Muhaimin juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas tenaga penyelenggara MBG. Banyak pihak yang ingin berpartisipasi, namun belum memenuhi kualifikasi seperti memiliki sarjana kesehatan lingkungan atau ahli gizi yang menjadi syarat utama pendirian Satuan Pelaksana Bergizi Gratis (SPBG).

“Ke depan, kami harapkan lebih banyak pelaku usaha yang tertarik dan mau melengkapi persyaratan administrasi. Dari 65 yang terdaftar, minimal 50 persen bisa memenuhi syarat tahun depan,” ucapnya.

Selain itu, Muhaimin mengapresiasi SPBG milik Polda Kaltim, yang dinilai sudah menerapkan standar operasional terbaik dan dapat dijadikan role model bagi lembaga lain di Balikpapan.

“SPBG Polda Kaltim bisa menjadi rujukan bagaimana pengelolaan makan bergizi gratis dilakukan dengan tata kelola yang baik dan higienis,” katanya.

Melalui evaluasi ini, pemerintah berharap cakupan penerima manfaat MBG di Balikpapan yang baru mencapai sekitar 17 persen atau sekitar 150 ribu anak dapat terus meningkat.

“Tujuan utama program ini adalah memastikan anak-anak Balikpapan mendapatkan asupan gizi yang layak dan aman. Karena itu, pengawasan dan perbaikan sistem harus terus dilakukan,” tegas Muhaimin.

NIKEN | WONG | ADV

Comments are closed.