BeritaKaltim.Co

Sebanyak 250 rumah warga di Nagan Raya, Aceh, rusak parah akibat banjir bandang. Sekitar 2.500 warga mengungsi dan fasilitas publik turut hancur.

BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Kabupaten Nagan Raya memastikan 250 unit rumah warga rusak parah dan hancur akibat banjir bandang yang melanda kawasan dataran tinggi pada Kamis (26/11).

“Kerusakan akibat banjir bandang di dataran tinggi Nagan Raya sangat parah. Banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal akibat bencana ini,” ujar Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan, Sabtu.

2.500 Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi

Akibat hancurnya ratusan rumah, sekitar 2.500 warga terpaksa mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Selain kehilangan tempat tinggal, masyarakat juga mengalami trauma karena banjir bandang merusak hampir semua fasilitas publik di wilayah tersebut.

Untuk membantu para penyintas, BPBD Nagan Raya telah:

  • Mendirikan tenda pengungsian

  • Membuka dapur umum

  • Menyalurkan bantuan darurat

Langkah ini dilakukan untuk menampung warga yang kehilangan rumah secara permanen.

Fasilitas Publik Turut Rusak

Bupati Teuku Raja Keumangan menyampaikan bahwa selain rumah warga, banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang juga merusak sejumlah fasilitas umum, di antaranya:

  • 2 unit sekolah

  • Masjid

  • Pos polisi dan pos TNI

  • Rumah dinas camat

  • Pusat pemerintahan kecamatan

Banjir bandang juga memutus jembatan penghubung Nagan Raya–Aceh Tengah, sehingga membuat wilayah tersebut sempat terisolasi.

Pendataan dan Penelusuran Korban

Hingga kini, pemerintah daerah terus melakukan pendataan terhadap kerusakan serta memastikan ada atau tidaknya warga yang menjadi korban maupun hilang akibat peristiwa tersebut.

“Kami masih terus melakukan pendataan sekaligus memastikan kemungkinan adanya korban akibat banjir bandang ini,” ujar Bupati.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.