BeritaKaltim.Co

Balikpapan Lancar, Dishub Terapkan Sistem B-Connect

BERITAKALTIM.CO-Balikpapan Lancar merupakan salah satu program prioritas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, selain Balikpapan Terang. Dengan strategi penataan Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL) berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor, Dishub terus mematangkan langkah menuju lalu lintas yang tertib dan modern.

Kali ini, kawasan tertib lalu lintas berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor, dipusatkan di Jalan MT. Haryono.

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengungkapkan bahwa sistem pengendalian lalu lintas kini ditingkatkan melalui transformasi Area Traffic Control System (ATCS) menjadi Balikpapan Connectivity (B-Connect).

“Tidak hanya sistemnya yang ditingkatkan, kami juga sudah menyiapkan gedung baru Dishub yang direnovasi, sekaligus memperkuat jaringan dan sistem pengawasan lalu lintas. Ini akan terintegrasi dengan kepolisian,” jelas Fadli, kepada Beritakaltim.co baru-baru ini.

Dalam penegakan aturan parkir dan lalu lintas di kawasan MT Haryono, Dishub menerapkan tiga tahapan penindakan. Tahap awal berupa pemasangan stiker peringatan dan penggembosan ban telah dilakukan. Selanjutnya, mulai setelah 5 Januari, Dishub bersama kepolisian akan menerapkan penderekan terhadap kendaraan yang parkir di lokasi dan jam yang melanggar ketentuan KTL.

Sosialisasi KTL sendiri telah dilakukan sejak peluncuran kawasan MT Haryono sebagai kawasan tertib lalu lintas pada 3 Desember 2025, yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud. Momentum tersebut juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemkot Balikpapan dan kepolisian dalam penegakan dan advokasi kebijakan lalu lintas.

Ke depan, Dishub akan mengandalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membaca pelat nomor kendaraan. Sistem ini juga memungkinkan masyarakat melacak informasi kendaraan roda dua maupun roda empat yang hilang melalui Dishub.

Untuk menekan parkir liar dan praktik pungutan liar (pungli), Dishub telah memasang enam unit CCTV khusus illegal parking. Kamera ini akan memantau aktivitas parkir sekaligus membantu pengawasan juru parkir binaan, termasuk pencatatan retribusi secara transparan.

“Dengan sistem ini, jumlah kendaraan yang parkir bisa terdata secara akurat, sehingga potensi kebocoran retribusi bisa ditekan,” tambah Fadli.

Sebagai solusi ketersediaan lahan parkir, Dishub telah menyepakati kerja sama dengan Citra City sebagai kantong parkir di kawasan MT Haryono. Lokasi ini disiapkan untuk menampung sekitar 300 hingga 500 Satuan Ruang Parkir (SRP) kendaraan roda empat, sementara pola parkir roda dua akan diatur terpisah.

“Alhamdulillah, Citra City sudah siap dan terkoneksi. Kami optimistis kantong parkir ini bisa dimanfaatkan optimal,” ujarnya.

Selain Citra City, Dishub juga menjajaki dua lokasi tambahan, yakni di area Bank CNBC dan kawasan berpagar Seng Merah, Rambu lalu lintas baru akan dipasang untuk mendukung pengaturan tersebut. Bahkan, pihak Citra City akan membuka posko tetap di kawasan MT Haryono guna mendukung pengawasan dan pendampingan program KTL.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Balikpapan menargetkan penataan lalu lintas dan parkir di MT Haryono dapat berjalan lebih tertib, aman, dan berbasis teknologi, sekaligus menjadi model pengelolaan lalu lintas perkotaan yang modern dan berkelanjutan.

NIKEN | WONG

Comments are closed.