BERITAKALTIM.CO-Proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam sektor lapangan kerja dan kesejahteraan ekonomi.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menyoroti pentingnya proyek ini setelah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin (12/1/2026). Menurutnya, momentum peresmian menegaskan posisi Balikpapan sebagai salah satu kota industri energi terbesar di Indonesia.
“Kami sangat senang karena Presiden RI hadir langsung di Balikpapan untuk meresmikan salah satu proyek terbesar di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur,” ujar Yusri, Jumat (16/1/2026).
Yusri menambahkan, Balikpapan kini bukan hanya berperan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga menjadi daerah objek vital nasional di sektor energi. Keberadaan RDMP diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi warga setempat.
“Semoga RDMP ini memberikan dampak besar terhadap peningkatan income kota dan pendapatan warga, sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera,” jelasnya.
Selain itu, RDMP juga diyakini akan mendukung ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Balikpapan. Yusri menegaskan, pihaknya akan memastikan pasokan BBM tetap lancar untuk menghindari kelangkaan yang dapat merugikan masyarakat.
“Mudah-mudahan BBM ke depan tidak langka lagi. Kalau sampai langka, masyarakat pasti mengadu ke DPRD, dan tentu akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya.
Diharapkan proyek RDMP yang berjalan, Balikpapan diharapkan tidak hanya menguatkan posisinya sebagai pusat energi nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata bagi warganya.
NIKEN | WONG
Comments are closed.