BERITAKALTIM.CO– Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk di Kalimantan Timur dalam beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan.
Ia menyebut, rata-rata laju pertumbuhan penduduk tahunan di Kalimantan Timur dalam lima tahun terakhir tercatat sebesar 1,52 persen. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan penduduk masih terjadi, namun dengan kecepatan yang lebih rendah dibanding periode sebelumnya.
“Pertumbuhan penduduk Kalimantan Timur cenderung melambat dalam lima tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 1,52 persen,” ujar Rifai pada saat di wawancarai pada saat menghadiri acara rapat, Senin (11/5/2026)
Selain itu, BPS juga mencatat rasio ketergantungan penduduk di Kalimantan Timur mengalami penurunan selama lima tahun terakhir dan mencapai 40,19 persen pada tahun 2025. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa beban penduduk usia produktif terhadap penduduk usia nonproduktif mulai menurun.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator positif dalam struktur demografi daerah karena jumlah penduduk usia produktif masih cukup dominan.
Di sisi lain, Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) Kalimantan Timur tercatat sebesar 2,09. Angka tersebut sedikit berada di bawah replacement level atau tingkat penggantian penduduk.
“Ini menandakan rata-rata perempuan di Kalimantan Timur melahirkan sekitar dua anak selama masa reproduksinya,” jelasnya.
Sementara itu, indikator kesehatan penduduk juga menunjukkan perbaikan. Angka Kematian Bayi atau Infant Mortality Rate (IMR) di Kalimantan Timur terus mengalami penurunan dan pada tahun 2025 berada di angka 13,47.
BPS juga mencatat tingginya mobilitas penduduk ke Kalimantan Timur. Rifai mengungkapkan sekitar 29 hingga 30 dari setiap 100 penduduk Kalimantan Timur merupakan penduduk yang lahir di luar daerah tersebut.
“Tingginya penduduk pendatang menunjukkan Kalimantan Timur masih menjadi daerah tujuan migrasi karena peluang ekonomi dan pembangunan yang cukup besar,” katanya.
Lebih lanjut, iamengatakan Kalimantan Timur saat ini juga mulai mendekati fase ageing population atau penuaan penduduk. Hal itu terlihat dari persentase penduduk lanjut usia yang telah mencapai 9,05 persen.
Kendati demikian, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menyiapkan kebijakan jangka panjang, terutama terkait pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, dan pembangunan ramah lanjut usia.
“Kalau persentase lansia terus meningkat, maka kebutuhan layanan kesehatan dan sosial juga akan semakin besar,” pungkasnya.
Comments are closed.