BERITAKALTIM.CO-Masyarakat dengan latar belakang keyakinan yang berbeda-beda di Dusun Krecek dan Gletuk, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar Nyadran Perdamaian di Pemakaman Gletuk sebagai wujud silaturahim dan harmoni antarumat beragama.
Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, Jumat, menyampaikan bahwa tradisi nyadran masih lestari di banyak desa di Kabupaten Temanggung dan menjadi sarana mempererat hubungan antarmanusia, meskipun berbeda keyakinan.
“Banyak desa di Temanggung yang masih menjalankan tradisi nyadran, khususnya di Dusun Krecek dan Gletuk Desa Getas. Tradisi ini menjadi ajang silaturahim antarwarga,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan nyadran tersebut, masyarakat membawa berbagai jenis makanan menggunakan tenong ke area pemakaman. Makanan tersebut kemudian dikumpulkan dan dimakan bersama-sama. Di Dusun Krecek dan Gletuk, tradisi ini dilaksanakan secara lintas iman dengan melibatkan pemeluk agama Islam, Buddha, dan Kristen.
“Masyarakat yang hadir berasal dari berbagai keyakinan dan bersatu di tempat ini. Kegiatan seperti ini mencerminkan kehidupan masyarakat desa di Kabupaten Temanggung yang tetap menjaga persaudaraan meski berbeda keyakinan,” kata Agus.
Ia menuturkan, makna perdamaian dalam tradisi nyadran tidak hanya mencakup hubungan antarmanusia, tetapi juga bagaimana manusia mampu hidup selaras dan berdamai dengan alam.
Menurutnya, selain dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan bagi umat Islam, Nyadran Perdamaian juga dirangkaikan dengan aksi kepedulian lingkungan berupa penanaman pohon yang dilakukan oleh warga Dusun Krecek dan Gletuk.
“Nyadran ini bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga bentuk perdamaian dengan alam,” ujarnya.
Agus menilai kegiatan tersebut istimewa karena makanan yang dibawa tidak dikonsumsi secara pribadi, melainkan dicampur menjadi satu dan bebas diambil oleh siapa saja yang hadir.
“Ini adalah wujud persaudaraan yang kuat. Mereka saling berbagi, saling menjaga, dan tetap bersama. Budaya positif seperti ini harus terus kita pertahankan dan junjung tinggi karena mampu menyatukan manusia dengan alam,” katanya.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.