BeritaKaltim.Co

Dinkes Kaltim Gencarkan Pencegahan HIV Usai Ratusan Pria Terindikasi di Kutim

BERITAKALTIM.CO – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengintensifkan upaya pencegahan dan promosi kesehatan menyusul temuan ratusan pria yang terindikasi HIV/AIDS di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Langkah ini dilakukan secara masif dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari organisasi profesi, kader masyarakat, hingga institusi pendidikan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim, Fitnawati, mengatakan strategi promotif dan preventif menjadi fokus utama untuk menekan potensi penyebaran kasus, khususnya pada kelompok berisiko tinggi.

“Kami berupaya melibatkan berbagai pihak secara masif, mulai dari organisasi profesi, kader masyarakat, hingga pihak sekolah, untuk menekan potensi penyebaran kasus ini,” ujar Fitnawati saat ditemui, Kamis (22/1/2026).

Langkah tersebut diambil setelah Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kutai Timur melaporkan tengah mendampingi 422 orang yang terindikasi HIV/AIDS.

Berdasarkan temuan sementara, mayoritas kasus berasal dari kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL), yang dinilai memiliki pola penyebaran sulit terdeteksi.

Menurut Fitnawati, Dinkes Kaltim saat ini menggerakkan peran puskesmas sebagai ujung tombak di wilayah masing-masing. Pendekatan dilakukan dari hulu dengan masuk ke sekolah-sekolah serta memberdayakan jejaring kader yang sudah ada di masyarakat.

“Kita libatkan kader posyandu, kader PKK, TPK, tim pendamping keluarga, karena mereka yang paling dekat dengan masyarakat. Upaya promotif dan preventif ini menjadi dasar utama pencegahan penyakit,” katanya.

Selain masyarakat umum, Dinkes Kaltim juga memperkuat edukasi kesehatan reproduksi remaja melalui sekolah. Fitnawati menyinggung kembali pentingnya konsep Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) yang dahulu digagas BKKBN.

“Di PIK Remaja itu ada edukasi kesehatan reproduksi, napza, dan informasi lain supaya remaja terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kehamilan tidak direncanakan maupun risiko penyakit menular,” ujarnya.

Ia menilai, saat ini banyak remaja hanya mengejar kesenangan tanpa memahami dampak jangka panjang dari perilaku berisiko. Karena itu, pendekatan edukasi di sekolah dinilai sangat krusial.

Ke depan, Dinkes Kaltim juga berencana menggandeng sektor swasta, khususnya perusahaan-perusahaan dengan tingkat mobilitas pekerja yang tinggi.

“Mobilisasi di Kalimantan Timur cukup tinggi. Ke depan, kami akan bekerja sama dengan lintas sektor, termasuk perusahaan-perusahaan, karena permasalahan kesehatan tidak bisa diselesaikan oleh institusi kesehatan saja,” tegas Fit.

Terkait data terbaru jumlah kasus HIV di Kaltim, Fitnawati menyebut pihaknya masih melakukan validasi. Ia mengakui masih mencocokkan ketidaksesuaian dalam pencatatan dan pelaporan.

“Kami belum bisa menyampaikan angka final karena masih dalam proses validasi. Ada pencatatan yang harus tepat, jadi harus ditelusuri dan dianulir kembali,” pungkasnya.

YANI | WONG

Comments are closed.