BeritaKaltim.Co

Perumdam Tirta Kencana Segera Resmikan Empat IPA, Targetkan Layanan Air Bersih 100 Persen

BERITAKALTIM.CO — Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda berencana meresmikan empat instalasi pengolahan air (IPA) dalam waktu dekat. Langkah ini dinilai sebagai strategi utama untuk memperluas cakupan layanan air bersih hingga menjangkau seluruh masyarakat Kota Samarinda.

‎Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid Hasyim, menyampaikan hal tersebut usai mengisi materi kegiatan Sosialisasi Penyesuaian Tarif Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda Tahun 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Jalan Ruhui Rahayu, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, empat IPA yang akan segera diresmikan masing-masing berada di Bendang 2, Gunung Lingai 3, Tirta Kencana 7, serta IPA Berambai. Keempat instalasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem penyediaan air minum sekaligus mendukung target pelayanan air bersih 100 persen di Kota Tepian.

“Empat lokasi ini akan segera diresmikan. Ini merupakan bentuk langkah strategis kami untuk mencapai cakupan layanan 100 persen, sekaligus menunjukkan kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat atas air bersih,” ujar Nor Wahid.

Selain itu, ia menambah kapasitas produksi air, Perumdam Tirta Kencana juga terus melakukan peremajaan jaringan pipa distribusi yang sebagian besar telah berusia tua.

‎Namun demikian, proses penggantian pipa tersebut tidak dapat dilakukan sekaligus karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Pipa kita memang banyak yang sudah lama dan direncanakan untuk diganti. Tapi biayanya tidak sedikit, apalagi kalau sampai harus membongkar jalan. Karena itu dilakukan secara bertahap, ada yang kita rehab terlebih dahulu,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, jaringan pipa air di Samarinda memiliki beragam jenis material, mulai dari PVC, baja, hingga pipa berbahan semen dan asbestos semen yang rawan mengalami kerusakan.

‎Bahkan, masih ditemukan pipa besi peninggalan era kolonial Belanda yang kondisinya telah berkarat dan mengalami penyempitan diameter.

‎“Pipa-pipa lama ini pelan-pelan kita rehab dan ganti, tentu disesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan. Tidak bisa sekaligus, pasti bertahap,” pungkasnya.

SANDI | WONG

Comments are closed.