BERITAKALTIM.CO-Sebuah kapal nelayan KM Risnawati Indah mengalami ledakan hebat saat hendak berlabuh di kawasan Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/1) dini hari. Insiden tersebut menyebabkan delapan orang awak kapal mengalami luka-luka.
Kasubsipenmas Polres Pelabuhan Makassar Aipda Adil membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa penyebab ledakan masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
“Benar, terjadi kecelakaan berupa ledakan. Hingga saat ini penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan,” ujar Aipda Adil di Makassar, Selasa.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.30 WITA ketika kapal hendak memasuki area pelabuhan untuk membongkar hasil tangkapan ikan sebelum didistribusikan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere.
Berdasarkan keterangan awal, ledakan bermula saat salah satu anak buah kapal (ABK) bernama Sija alias Bayong menyalakan mesin kapal yang digunakan sebagai penerangan. Pada saat bersamaan, muncul cahaya atau kilatan dari bagian depan kapal yang kemudian menjalar ke area mesin.
Tak lama setelah itu, terjadi ledakan keras yang membuat seluruh awak kapal panik dan meloncat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Akibat insiden tersebut, nakhoda kapal dan sejumlah ABK mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda-beda. Seluruh korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Adapun data korban luka meliputi Daeng Ewa (juragan) mengalami luka, Daeng Lantik mengalami patah kaki kiri, Aldi luka di bagian wajah, Daeng Nggitung mengalami luka wajah, serta Rahmat (buruh angkut) luka pada kaki kiri.
Selain itu, Daeng Rani mengalami luka di wajah dan pergelangan tangan kanan, Putra mengalami luka bakar di bagian punggung, dan Daeng Tangga mengalami luka pada lengan kiri dan kaki kanan. Sementara Sija alias Bayong dan Sampara Jarung Daeng Tujuh dilaporkan tidak mengalami luka.
Pasca-kejadian, tim Inafis Polres Pelabuhan Makassar bersama Ditpolairud Polda Sulsel telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lanjutan.
“Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti terjadinya ledakan, sekaligus mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan para saksi,” kata Aipda Adil.
Pihak kepolisian juga mengimbau para nelayan dan pengguna jasa pelabuhan agar selalu mengutamakan keselamatan kerja, terutama dalam penggunaan mesin dan peralatan kapal. Kesimpulan resmi terkait penyebab ledakan akan disampaikan setelah penyelidikan rampung.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.