BERITAKALTIM.CO-Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menjamin adanya pembenahan berkelanjutan dalam tata kelola Program Gratispol Pendidikan guna memastikan kenyamanan serta kemudahan akses bagi penerima manfaat yang kini telah menjangkau lebih dari 24 ribu mahasiswa.
“Izinkan saya kembali mempertebal definisi dan makna dari tujuan utama Program Gratispol Pendidikan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yaitu meringankan beban biaya pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Rudy di Samarinda, Senin.
Menurut Rudy, Program Gratispol Pendidikan merupakan instrumen strategis Pemprov Kaltim dalam menyiapkan SDM yang setara dan berdaya saing tinggi guna menyongsong visi besar Generasi Emas 2045.
Ia menyampaikan bahwa hasil evaluasi internal menunjukkan pelaksanaan program secara umum berjalan cukup baik. Namun demikian, pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai dinamika di lapangan.
“Evaluasi internal menunjukkan pelaksanaan program berjalan cukup baik, meskipun kami tidak menampik adanya sejumlah kesalahan persepsi di lapangan mengingat statusnya sebagai program perdana,” ujar Rudy.
Pemprov Kaltim, lanjut dia, membuka diri terhadap kritik dan masukan masyarakat. Seluruh saran akan ditindaklanjuti melalui perbaikan sistem oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kalimantan Timur.
Gubernur menegaskan bahwa penerima manfaat Program Gratispol Pendidikan harus memenuhi syarat utama, yakni putra-putri asli Kalimantan Timur atau warga yang telah berdomisili minimal tiga tahun di wilayah Kaltim.
Selain itu, sasaran program dibatasi hanya bagi mahasiswa jalur reguler mulai dari jenjang S1 hingga S3, sehingga tidak mencakup mahasiswa program ekstensi maupun eksekutif.
“Selain fokus pada mahasiswa, program ini juga memberikan prioritas tinggi bagi para guru yang ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya demi mendongkrak kualitas pengajaran di daerah,” jelas Rudy.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait lambatnya respons layanan, Rudy mengakui adanya kendala teknis akibat keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, tim admin hanya berjumlah 10 orang untuk melayani tingginya antusiasme pendaftar.
Pemerintah Provinsi Kaltim tengah mempertimbangkan penambahan personel layanan agar aduan dan pertanyaan masyarakat dapat direspons lebih cepat.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi terkait Program Gratispol Pendidikan melalui akun media sosial @gratispol_pendidikan yang dikelola secara transparan.
Untuk penanganan kasus khusus, seperti pendaftar berusia di atas 50 tahun atau jalur pendidikan luar negeri, Gubernur menyarankan agar masyarakat berkonsultasi langsung ke Biro Kesra.
Rudy menegaskan komitmen Pemprov Kaltim untuk terus mengkaji dan menyempurnakan pelaksanaan program agar dapat berjalan optimal tanpa hambatan administrasi di masa mendatang.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.