BeritaKaltim.Co

Pemkab Kukar Percepat Modernisasi Pertanian untuk Tingkatkan Produksi Padi

BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, terus meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya padi, melalui pemanfaatan mesin pertanian modern. Upaya tersebut dilakukan dengan menyalurkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan), mulai dari mesin pengolahan sawah, drone penyemprot, hingga mesin panen padi.

Sejak tahun lalu, Pemkab Kukar telah menjalankan program modernisasi pertanian baik secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian serta sejumlah mitra strategis, salah satunya Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur.

“Modernisasi pertanian menjadi penting untuk menjamin efisiensi kerja. Karena itu, bantuan alsintan yang diberikan juga diikuti dengan pelatihan pemanfaatan alat oleh dinas pertanian,” kata Bupati Kutai Kartanegara Aulia Raham Basri di Tenggarong, Senin.

Sejumlah alsintan yang telah disalurkan kepada kelompok tani sejak tahun lalu di antaranya drone pertanian, rotary tiller, rotavator, hingga combine harvester. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen petani.

Langkah modernisasi ini terus dilakukan meskipun Kabupaten Kutai Kartanegara selama beberapa tahun terakhir tercatat sebagai daerah dengan produksi padi tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur. Pada 2023, produksi padi Kukar mencapai 115,10 ribu ton gabah kering giling (GKG) dan meningkat menjadi 122,94 ribu ton GKG pada 2024.

Secara keseluruhan, produksi padi Kalimantan Timur pada 2025 tercatat sebesar 270,87 ribu ton GKG, naik 21,23 ribu ton atau 8,5 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 249,64 ribu ton GKG.

Dari total produksi tersebut, tiga daerah dengan kontribusi terbesar adalah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Kukar menjadi penyumbang tertinggi dengan produksi 110,87 ribu ton GKG pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 106,55 ribu ton GKG.

Kabupaten Paser menyusul dengan produksi 67,65 ribu ton GKG, naik signifikan dari 52,89 ribu ton GKG pada 2024. Sementara Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat produksi 47,58 ribu ton GKG, sedikit menurun dibandingkan 48,13 ribu ton GKG pada tahun sebelumnya.

Sebelumnya, saat menyerahkan bantuan combine harvester kepada kelompok tani di Desa Semangko, Kecamatan Marangkayu, Bupati Aulia menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani.

“Desa Semangko memiliki potensi pertanian yang besar dengan luas sawah aktif sekitar 500 hektare. Satu combine harvester mampu mengakomodir sekitar 50 hektare setiap kali panen. Saat ini tersedia tiga unit di Semangko, maka gunakan dan rawat dengan baik,” ujarnya.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.