BERITAKALTIM.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang tahun ini memilih memprioritaskan perbaikan fasilitas dasar dibanding pembangunan ruang kelas baru (RKB). Sebanyak 7 SMP Negeri mendapat alokasi anggaran Rp2,7 miliar, yang difokuskan untuk pembenahan toilet sekolah.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Nuryadi Bachtiar, mengatakan setiap sekolah menerima sekitar Rp398 juta untuk perbaikan sarana dan prasarana, dengan toilet sebagai prioritas utama.
“Per sekolah kan banyak toiletnya, bisa lebih dari 7 sampai 10. Jadi kita fokuskan dulu ke situ. Kalau masih ada sisa, baru bisa ke sarana lain,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, yang menyoroti pentingnya kebersihan toilet sebagai bagian dari kesehatan lingkungan sekolah.
Ia mengakui, masih banyak toilet sekolah yang kondisinya kurang layak dan perlu segera diperbaiki.
“Banyak toilet yang belum rapi, padahal itu penting. Kebersihan toilet juga jadi cerminan sekolah itu sehat atau tidak,” jelasnya.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran membuat Disdikbud tidak dapat membangun ruang kelas baru pada tahun ini. Padahal, kebutuhan ruang belajar di sejumlah sekolah masih ada.
“Kalau APBD terbatas, jadi tahun ini tidak ada pembangunan RKB,” tegasnya.
Sebagai solusi, Disdikbud Bontang mengusulkan pembangunan dan revitalisasi ruang kelas ke pemerintah pusat. Usulan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan riil sekolah, tanpa manipulasi data.
“Kami usulkan ke pusat sesuai kondisi sebenarnya. Tidak ada rekayasa data, supaya bantuan yang turun memang tepat sasaran,” pungkasnya.
Lia Abdullah | Wong | ADV
Comments are closed.