BERITAKALTIM.CO – Ketua Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Agus Suwandy, menyampaikan otokritik terhadap Gubernur Rudy Masud.
“Bagaimanapun, partai gerindra dan partai golkar masih berada dalam satu gerbong koalisi yang mengusung Rudy Mas’ud dan Seno Aji pada pemilihan gubernur Kaltim tahun 2024 lalu. Karena itu, kami perlu menyampaikan otokritik sebagai ungkapan rasa sayang. Tidak ada kebencian sama sekali,” ucap Agus Suwandy kepada wartawan, Rabu (22/4/2026) malam, di rumahnya Jalan Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
Otokritik disampaikan Partai Gerindra untuk merespon tuntutan masyarakat pada aksi demonstrasi 21 April 2026. Menurut Agus yang juga menjabat Sekretaris DPD Partai Gerindra Kaltim, setidaknya ada tiga pointer yang harus menjadi perhatian Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud agar suasana kondusif dan pemerintahan berjalan lebih baik.
“Kita ini ingin bekerja untuk Kaltim secara maksimal. Kalau suasana tidak sejuk, terus panas, tentu sangat mengganggu pemerintahan. Ingat ya, pemerintahan itu adalah eksekutif dan juga legislatif,” ujar Agus.
Pointer pertama yang harus mendapat perhatian gubernur, lanjut wakil ketua Komisi 1 DPRD Kaltim itu, adalah keinginan publik agar Rudy Mas’ud menghentikan semangat nepotisme. Saat aksi massa, soal dinasti politik selalu disebut-sebut dan membuat warga marah.
Hal kedua, terkait evaluasi anggaran belanja yang lebih hati-hati dalam memberikan manfaat kepada publik. Kasus belanja mobil mewah Rp8,5 miliar dan renovasi rumah jabatan Rp25 miliar, yang bikin heboh dan viral, sudah cukup memberikan pelajaran agar pemerintah intropeksi diri.
“Kami di DPRD juga melakukan penyisiran anggaran. Mata anggaran pembelian mobil dinas pimpinan DPRD dan ada banyak anggaran lainnya sudah kita revisi,” ujarnya.
Sorotan publik lainnya, lanjut Agus, adalah soal Tim Ahli Gubernur yang banyak berasal dari luar daerah. Termasuk distribusi pejabat baik untuk pemerintahan, BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan organisasi strategis yang semestinya diberikan kesempatan kepada para intelektual dan tokoh yang berdomisili di Benua Etam.
“Memang itu merupakan hak gubernur. Tapi kita juga harus peka, masalah ini bisa melukai perasaan dan hati warga Kaltim,” ujar Agus.
MENGGANTI HASANUDDIN MAS’UD
Agus Suwandy mengakui di lingkungan kantor legislatif di Karang Paci bertiup isu tentang adanya tekanan agar Hasanuddin Mas’ud diganti kader Partai Golkar lainnya sebagai ketua DPRD Kaltim. Penggantian Hasanuddin dimaksud untuk mengurangi tudingan nepotisme, sekaligus menjawab keinginan publik seperti yang disampaikan dalam aksi massa 21 April lalu.
“Ya, memang ada suara-suara seperti itu. Tapi, tentu kami dari fraksi gerindra tidak bisa ikut campur,” ujar dia.
Seperti diketahui, Hasanuddin Mas’ud adalah abang kandung dari Gubernur Rudy Mas’ud. Karena hubungan saudara tersebut, selalu muncul kecurigaan adanya relasi kekuasaan dalam menerbitkan keputusan-keputusan pemerintahan.
Hal itu diperkuat dengan lolosnya anggaran membeli mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar dan anggaran renovasi rumah dinas sebesar Rp25 miliar. Para anggota DPRD Kaltim saat ditanya wartawan mengaku tidak tahu bagaimana masuknya anggaran tersebut dalam APBD.
Meskipun akhirnya pembelian mobil dinas mewah dibatalkan, tapi publik menduga, lolosnya anggaran karena adanya kerjasama antara Gubernur Rudy dengan Hasanuddin Mas’ud.
WONG
Comments are closed.