BERITAKALTIM.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program perpustakaan keliling yang digagas oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang. Program ini dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan minat baca serta memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa kehadiran perpustakaan keliling menjadi solusi konkret dalam menjangkau siswa, khususnya di tengah pesatnya perkembangan digital yang turut memengaruhi pola belajar generasi muda.
“Program perpustakaan keliling ini sangat penting untuk meningkatkan literasi di lingkungan sekolah, terlebih di tengah arus digitalisasi yang kian pesat. Anak-anak perlu tetap memiliki kedekatan dengan buku sebagai sumber pengetahuan utama,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, meskipun teknologi digital menawarkan kemudahan akses informasi, namun tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran buku dalam membangun pemahaman yang mendalam, daya analisis, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, kehadiran layanan perpustakaan keliling menjadi jembatan yang mampu mengintegrasikan kebiasaan membaca dengan kebutuhan zaman.
Program ini juga dinilai mampu mengatasi keterbatasan fasilitas perpustakaan di sejumlah sekolah. Dengan menghadirkan berbagai koleksi buku langsung ke lingkungan sekolah, siswa memiliki akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan yang berkualitas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada fasilitas yang tersedia di sekolah masing-masing.
Lebih lanjut, Abdu Safa Muha berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak sekolah, termasuk di wilayah yang memiliki keterbatasan akses literasi. Ia juga mendorong adanya kolaborasi berkelanjutan antara Disdikbud dan DPK guna menciptakan inovasi layanan literasi yang adaptif dan menarik bagi siswa.
“Sinergi antar perangkat daerah sangat diperlukan agar upaya peningkatan literasi dapat berjalan optimal. Harapannya, perpustakaan keliling ini tidak hanya menjadi program rutin, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi anak-anak,” tambahnya.
Sementara itu, program perpustakaan keliling sendiri merupakan salah satu inisiatif Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang dalam memperluas jangkauan layanan literasi kepada masyarakat, khususnya pelajar. Melalui kendaraan operasional yang membawa berbagai koleksi buku, layanan ini secara berkala mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan akses bacaan yang lebih dekat dan mudah.
Dengan adanya dukungan dari Disdikbud, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bontang, khususnya dalam membangun generasi yang gemar membaca, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan di era digital.
UPI | WONG
Comments are closed.