BERITAKALTIM.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus pelecehan terhadap anak yang terjadi baru-baru ini. Peristiwa tersebut dinilai menjadi peringatan serius bagi semua pihak terkait pentingnya penguatan karakter dan kepedulian sosial dalam dunia pendidikan.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele, karena berpotensi berdampak besar terhadap masa depan generasi muda.
“Satu, saya sangat prihatin. Kita tidak bisa hanya berpangku tangan melihat kondisi seperti ini. Kalau dibiarkan, kita bisa kehilangan generasi,” ujarnya saat ditemui awak media, Rabu (28/4/2026).
Menurutnya, berbagai persoalan yang menimpa anak, mulai dari pelecehan hingga penyalahgunaan narkotika, menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih kuat dalam pembinaan karakter.
Ia menilai, salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah memperkuat pendidikan karakter (character building) bagi siswa, sekaligus menghidupkan kembali peran sosial guru dalam membimbing peserta didik, tidak hanya di lingkungan sekolah.
“Perlu ada penguatan karakter. Guru juga harus punya kepedulian, tidak hanya saat di sekolah, tetapi juga di luar. Idealnya, guru tetap memperhatikan muridnya, bahkan setelah mereka lulus,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan nilai empati dalam dunia pendidikan. Menurutnya, empati merupakan bagian dari karakter yang harus ditanamkan, baik kepada siswa maupun pendidik.
“Empati itu penting. Guru harus peka. Jangan sampai merasa di luar jam sekolah itu bukan tanggung jawabnya. Dulu, ikatan antara guru dan murid sangat kuat, sekarang itu mulai berkurang,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyinggung terkait pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai budi pekerti dalam pembelajaran, yang dinilai sejalan dengan konsep pendidikan karakter saat ini.
“Dulu ada pelajaran budi pekerti, sebenarnya itu sama dengan character building. Nilai-nilai itu yang perlu kita kuatkan kembali,” tutupnya.
Lia Abdullah | Wong | ADV
Comments are closed.