BeritaKaltim.Co

Reses Iim di Gunung Sari Ulu, Dari Arsip Digital hingga Kesehatan

BERITAKALTIM.CO-Dialog antara wakil rakyat dan masyarakat kembali menguat dalam kegiatan serap aspirasi (reses) yang digelar Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi PKS, Hj. IIM, di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Rabu (29/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor kelurahan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin legislatif, tetapi berkembang menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan kebutuhan riil masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, IIM menegaskan bahwa reses memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi langsung antara masyarakat dan DPRD.

“Ini ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan mereka, dan bagi kami untuk mendengar langsung. Reses bukan sekadar seremonial,” ujarnya.

Menariknya, salah satu fokus pembahasan dalam reses kali ini adalah pentingnya pengelolaan arsip di era digital isu yang mulai mendapat perhatian serius di tingkat masyarakat.

IIM mengingatkan pentingnya menjaga dokumen-dokumen penting seperti ijazah, KTP, surat tanah, hingga akta nikah agar tidak hilang atau rusak. “Kita harus mengajarkan anak-anak menyimpan dokumen dengan baik. Ini penting untuk masa depan mereka,” katanya.

Senada dengan itu, perwakilan Dinas Perpustakaan Kota Balikpapan melalui Kepala Bidang Kearsipan, Anita, memberikan edukasi langsung terkait teknik penyimpanan arsip yang aman dan modern. Beberapa metode yang disarankan antara lain laminating parsial, penyimpanan dalam map plastik, serta digitalisasi dokumen dalam format PDF.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari adaptasi masyarakat terhadap transformasi digital, sekaligus perlindungan terhadap dokumen penting.

Dalam sesi dialog, tokoh masyarakat Arwan mengusulkan penguatan sistem digitalisasi kearsipan berbasis identitas kependudukan atau IKD. Menurutnya, sistem ini akan memudahkan masyarakat dalam mengakses dokumen penting secara cepat dan aman.

Usulan ini mendapat perhatian serius karena dinilai sejalan dengan arah digitalisasi layanan publik yang tengah didorong pemerintah.

Selain isu kearsipan, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan mendesak di sektor kesehatan. Arwan mengusulkan relokasi dan peningkatan fasilitas puskesmas di Gunung Sari Ulu, mengingat jumlah penduduk yang terus bertambah. Pasalnya, fasilitas yang ada saat ini sudah tidak memadai. Perlu peningkatan layanan.

Sementara itu, warga lainnya, Isa, mengusulkan program pelatihan kerja bagi lulusan sekolah sebagai bekal sebelum memasuki dunia industri. Usulan ini mencerminkan kebutuhan akan kesiapan tenaga kerja muda di tengah persaingan yang semakin ketat.

Dalam kesempatan tersebut, IIM juga menyoroti sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Balikpapan, di antaranya penguatan UMKM, ketahanan pangan, serta pencegahan stunting.

Ia menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan program nasional yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama kader posyandu di tingkat masyarakat.

“Kader posyandu adalah ujung tombak. Pemerintah harus memperhatikan operasional mereka agar program berjalan optimal,” jelasnya.

Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan, IIM menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi tersebut ke dalam forum resmi DPRD agar dapat ditindaklanjuti. “Semua aspirasi ini menjadi prioritas kami. Akan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada komunikasi dua arah yang aktif antara masyarakat dan pemerintah.

Kegiatan reses ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan OPD, perangkat kelurahan, ketua RT, PKK, hingga tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya partisipasi warga dalam proses pembangunan.

Di akhir kegiatan, IIM menegaskan bahwa reses bukan hanya tentang mendengar, tetapi juga tentang menggerakkan perubahan nyata.
“Adanya pendekatan yang edukatif, inovatif, dan solutif, reses harus menjadi alat untuk menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada masyarakat,” pungkasnya.

Melalui forum seperti ini, suara warga tidak hanya terdengar, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk diwujudkan dalam kebijakan nyata dari penguatan layanan publik hingga transformasi digital di tingkat lokal.

NIKEN | WONG

Comments are closed.