BERITAKALTIM.CO – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai mengatakan perekonomian Kalimantan Timur pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Mas’ud Rifai menjelaskan, perekonomian Kalimantan Timur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp229,08 triliun. Sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp149,02 triliun.
“Ekonomi Kalimantan Timur pada Triwulan I-2026 terhadap Triwulan I-2025 tumbuh sebesar 2,99 persen secara year-on-year,” ujarnya pada saat diwawancarai di kantornya, Rabu (13/5/2026)
Ia menerangkan, dari sisi produksi, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi dengan capaian sebesar 15,94 persen kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya aktivitas sektor jasa dan konsumsi masyarakat, termasuk sektor pariwisata dan perhotelan di daerah.
Lebih lanjut, sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 8,53 persen.
Meski tumbuh secara tahunan, ekonomi Kalimantan Timur pada Triwulan I-2026 dibandingkan Triwulan IV-2025 mengalami kontraksi sebesar 3,69 persen secara quarter-to-quarter (q-to-q).
Ia mengatakan, kontraksi tersebut dipengaruhi pola musiman aktivitas ekonomi yang umumnya terjadi pada awal tahun. Namun demikian, beberapa sektor usaha masih mencatatkan pertumbuhan positif.
“Dari sisi produksi, lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,59 persen dibanding triwulan sebelumnya,” katanya.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen PK-LNPRT kembali mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,44 persen.
Ia menambahkan, Kalimantan Timur masih menjadi motor utama perekonomian regional di Pulau Kalimantan. Hal itu terlihat dari kontribusi Kalimantan Timur terhadap pembentukan nilai tambah regional Pulau Kalimantan yang mencapai 46,48 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan posisi strategis Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, terutama didukung sektor sumber daya alam, industri pengolahan, perdagangan, serta jasa.
SANDI | WONG
Comments are closed.