BeritaKaltim.Co

Disdikbud Bontang Dorong Sekolah Alihkan Biaya Asesmen Siswa Inklusi ke Bosda

BERITAKALTIM.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menyampaikan langkah tegas untuk meringankan beban orang tua dalam layanan pendidikan inklusi.

Salah satunya dengan memastikan biaya asesmen bagi calon peserta didik berkebutuhan khusus tidak dibebankan kepada wali murid.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh sekolah agar tidak menarik pungutan terkait asesmen psikologis.

Menurutnya, kebutuhan tersebut dapat ditanggung melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang memang dialokasikan untuk mendukung layanan pendidikan, termasuk pendidikan inklusi.

“Sebenarnya pemanfaatan dana Bosda dinilai menjadi solusi konkret agar layanan inklusi tetap berjalan optimal tanpa menambah beban ekonomi masyarakat,” ucapnya, Selasa (19/5/2026).

Ia menilai, masih adanya potensi pembebanan biaya kepada orang tua perlu diantisipasi sejak awal. Pasalnya, biaya asesmen psikologis yang nilainya bisa mencapai ratusan ribu rupiah berisiko menjadi kendala bagi keluarga dalam mengakses layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Abdu juga menekankan bahwa pendidikan inklusi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang setara. Oleh sebab itu, kebijakan yang berpihak pada peserta didik dan orang tua harus menjadi prioritas.

“Maka dari itulah kami meminta seluruh satuan pendidikan lebih bijak dalam mengelola anggaran yang dimiliki,” ucapnya.

Lia Abdullah | Wong | ADV

Comments are closed.