BERITAKALTIM.CO – Upaya memperbaiki iklim investasi di Kota Bontang kini difokuskan dari dalam tubuh birokrasi. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang menilai penguatan sistem internal pemerintahan menjadi kunci utama untuk menciptakan layanan investasi yang lebih efektif dan terpercaya.
Langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030 yang menempatkan sektor penanaman modal sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Pejabat Fungsional Ahli Madya Analis Kebijakan Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, menyampaikan bahwa fokus pembenahan tidak hanya pada aspek pelayanan langsung, tetapi juga pada sistem pendukung yang selama ini kerap luput dari perhatian.
Menurutnya, program penunjang urusan pemerintahan daerah menjadi fondasi penting dalam menciptakan tata kelola investasi yang lebih kuat dan terstruktur. Melalui program tersebut, berbagai aspek administratif hingga teknis akan diperbaiki secara menyeluruh.
Ia menjelaskan, penguatan ini mencakup penyusunan dokumen perencanaan yang lebih terarah, evaluasi kinerja yang berkelanjutan, pengelolaan data statistik sektoral, hingga penataan administrasi keuangan dan aset daerah.
“Yang kami benahi bukan hanya layanan di depan, tetapi juga sistem di belakangnya. Kalau fondasi ini kuat, pelayanan investasi akan berjalan lebih konsisten, transparan, dan mudah diakses,” ujarnya.
Karel menegaskan, program ini akan dijalankan secara berkelanjutan selama periode 2025 hingga 2030. Dengan pembenahan tersebut, diharapkan kualitas layanan investasi di Bontang dapat meningkat secara signifikan.
Ia juga optimistis, langkah ini akan berdampak langsung pada kepercayaan investor. Dengan sistem yang lebih tertata dan akuntabel, Bontang dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi daerah tujuan investasi yang lebih kompetitif di masa mendatang.
“Harapannya, ketika sistem sudah rapi dan terintegrasi, investor akan melihat Bontang sebagai daerah yang siap dan serius dalam mengelola investasi,” pungkasnya.
Lia Abdullah | Wong | ADV
Comments are closed.