BeritaKaltim.Co

Kabupaten Penajam harap pemerintah pusat tambah solar subsidi nelayan

BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, berharap pemerintah pusat dapat menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi untuk kebutuhan melaut nelayan di kabupaten setempat.

“Tambahan alokasi solar subsidi untuk nelayan, agar kebutuhan BBM nelayan bisa lebih terpenuhi,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto ketika ditanya mengenai kebutuhan solar nelayan di Penajam, Rabu.

Kuota solar subsidi untuk nelayan masih belum memenuhi dengan jumlah kapal yang beroperasi, lanjut dia, kendati distribusi sudah menjangkau sebagian besar nelayan.

Stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) di Kabupaten Penajam Paser Utara baru ada di wilayah Kecamatan Penajam dan Desa Api-Api, Kecamatan Waru, dengan alokasi 10 ribu liter per pekan.

“Nelayan di wilayah lainnya yang belum ada SPBN mendapatkan solar subsidi dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU),” jelasnya.

Kapal nelayan berukuran kecil rata-rata membutuhkan kisaran 15 liter per hari, timpal dia lagi, untuk kapal nelayan berukuran besar dapat menghabiskan hingga 1.000 liter dalam 20 hari melaut.

Pada data Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, tercatat jumlah kapal nelayan mencapai 2.505 unit, mulai dari kapal kecil hingga kapal berukuran besar, dengan rata-rata produksi lebih kurang 6.000 ton per tahun.

Kuota solar subsidi untuk nelayan Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 1.860 kiloliter per tahun, kata dia, belum mampu belum mampu mengakomodir seluruh kebutuhan BBM nelayan.

Pemerintah kabupaten mengusulkan penambahan kuota solar subsidi kepada pemerintah pusat, untuk memenuhi kebutuhan BBM nelayan melaut, demikian Andi Trasodiharto.

ANTARA | WONG

Comments are closed.