BeritaKaltim.Co

Kadinsos: Penanganan dan Bantuan Terus Diupayakan untuk Masyarakat di Mahulu dan Kubar

BERITAKALTIM.CO-Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak, memberikan pernyataan terkait situasi penanganan banjir dan bantuan ke Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu).

Banjir yang melanda wilayah ini memerlukan koordinasi dan bantuan yang cepat dan tepat sasaran agar masyarakat terdampak bisa segera mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Andi Muhammad Ishak menjelaskan bahwa untuk wilayah Kubar, pihaknya masih menunggu formasi dan data permintaan dari pemerintah daerah setempat.

“Kami masih menunggu formasi dan data permintaan dari Kubar karena memang kita perlu mengetahui dulu stok yang ada di sana,” kata Andi Muhammad Ishak saat di temui di Kantor Dinas Sosial, Jl Basuki Rahmat, Samarinda (20/5/2024).

Menurut Andi Muhammad Ishak, Dinas Sosial Provinsi Kaltim harus memastikan sejauh mana masyarakat terdampak, sehingga bisa menyiapkan areal untuk penampungan dan tidak bisa menyiapkan makanan sendiri.

Bantuan yang diberikan beragam sesuai kebutuhan masyarakat yang terdampak. Jika ada warga yang tidak bisa memasak sendiri, pemerintah akan menyiapkan dapur umum yang akan beroperasi di lapangan. Sementara itu, untuk warga yang mengungsi di rumah keluarga atau kerabat, akan diberikan bantuan sembako.

“Untuk masyarakat yang ikut di keluarganya, kami akan memberikan bantuan berupa sembako, sementara yang tidak Kami akan membuatkan dapur umum di lapangan,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Untuk wilayah Mahulu, Andi Muhammad Ishak menyebutkan bahwa penanganan sudah dilakukan semaksimal mungkin.

“Di Mahulu, Alhamdulilah, kami sudah memaksimalkan Tagana dan koordinasi dengan kabupaten kota. Mahulu memiliki karakteristik banjir yang cepat naik dan cepat surut, sehingga masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah mereka. Namun, dapur umum masih kami siapkan karena mereka masih belum bisa memasak sendiri,” jelas Andi Muhammad Ishak.

Dapur umum di Mahulu tetap beroperasi sampai situasi tanggap darurat dinyatakan berakhir.

“Kami menyiapkan dapur umum selama masa tanggap darurat, yang berlangsung selama 14 hari sejak banjir mulai. Jika status tanggap darurat dicabut, maka operasi dapur umum akan dihentikan,” tambah Andi Muhammad Ishak.

Selain itu, beberapa warga memilih untuk mengungsi di rumah keluarga. Dinas Sosial telah menyiapkan bantuan sembako agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.

Koordinasi dengan pemerintah pusat juga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan logistik dan bantuan lainnya bisa terpenuhi.

“Kemarin, kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat mengenai apa saja yang sudah ada dan apa yang masih dibutuhkan. Barang-barang seperti sembako, sarana dan prasarana, termasuk kasur busa, selimut, makanan siap saji, perlengkapan anak, dan alat masak akan dikirim langsung dari pusat distribusi di Banjarmasin,” jelas Andi Muhammad Ishak.

Penanganan banjir ini melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat. Andi menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi yang baik agar bantuan bisa segera sampai dan tepat sasaran.

“Penanganan banjir ini membutuhkan kerja sama dari semua pihak. Kami terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat terdampak, memastikan mereka mendapatkan bantuan dan bisa kembali ke kehidupan normal secepat mungkin,” tutup Andi Muhammad Ishak.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap kondisi akan segera membaik dan masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal.

Sementara itu, upaya penanganan dan bantuan akan terus dilakukan secara maksimal untuk membantu mereka yang terdampak banjir.#

Reporter : Yani|Editor: Hoesin KH

Leave A Reply

Your email address will not be published.