BERITAKALTIM.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,06 persen pada Juli 2024, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 106,20.
Kepala BPS Kota Samarinda, Rosmawati, menjelaskan bahwa inflasi ini didorong oleh kenaikan harga di hampir seluruh kelompok pengeluaran.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 6,70 persen,” ungkap Rosmawati pada saat diwawancarai melalui telepon seluler, Sabtu (17/8/2024).
Ia menambahkan, kelompok-kelompok lain yang turut mengalami peningkatan harga antara lain pakaian dan alas kaki sebesar 2,40 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,80 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 3,44 persen.
Tidak hanya itu, kelompok transportasi juga mencatat kenaikan sebesar 2,81 persen, disusul oleh kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya dengan kenaikan 0,95 persen.
Kelompok pendidikan mengalami inflasi sebesar 1,39 persen, sementara kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 1,59 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,82 persen.
Namun, tidak semua kelompok pengeluaran mengalami inflasi. BPS Kota Samarinda melaporkan adanya deflasi pada dua kelompok, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang turun sebesar 1,30 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami penurunan sebesar 0,59 persen.
Selain inflasi y-on-y, Rosmawati juga memaparkan bahwa Samarinda mencatat deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,47 persen pada Juli 2024, sementara tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 1,07 persen.
“Pergerakan harga yang bervariasi ini menunjukkan dinamika pasar yang perlu terus dipantau, terutama di sektor-sektor yang paling berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. #
Reporter: Sandi | Editor: Wong
Comments are closed.