BeritaKaltim.Co

Teater Citra Tepian Bangkitkan Kembali Mamanda yang Mulai Terlupakan

BERITAKALTIM.CO-Zaman kejayaan pementasan Mamanda di Kalimantan Timur beberapa dekade silam, tampaknya sudah mulai memudar dan bahkan bisa dikatakan hilang.

Pementasan Mamanda yang merupakan teater tradisional yang bukan hanya bermuatan sebagai hiburan, namun memiliki nilai positif lainnya yang dapat dikaji dan ditelaah secara lebih mendalam.

Menyadari akan hal tersebut Teater Citra Tepian sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan teater di Samarinda khususnya dan Kaltim umumnya, mencoba untuk mengangkat kesenian Mamanda, sebagai sebuah kesenian yang kembali bisa berkiprah dalam khasanah perkembangan teater di Kaltim.

Untuk membangkitkan dan menghidupkan kembali Mamanda, Teater Citra Tepian bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Direktorat Jendral Kebudayaan serta Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV, mengadakan Workshop Kesenian Mamanda di Taman Budaya 28-29 Agustus 2024.

Menurut Ketua Teater Citra Tepian, Arafat A Zulkarnaen, kesenian-kesenian teater tradisional termasuk Mamanda dapat memiliki peran penting dalam lingkungan masyarakat sekitarnya, sebagai media untuk penanaman nilai-nilai positif yang dapat dipahami dan diresapi dalam berkehidupan sosial pada suatu kelompok masyarakat.

“Dengan demikian, akan menjadi lebih jelas urgensi bahwa teater tradisional termasuk Mamanda, perlu untuk terus dilestarikan agar tidak punah tergeser oleh perkembangan zaman, teknologi dan budaya,” kata Arafat A Zulkarnaen melalui telepon selulernya, Selasa (27/8/2024).

Ditegaskan Arafat A Zulkarnaen Mamanda sebagai kesenian teater tradisional tidak hanya hadir sebagai media hiburan melainkan juga dapat menjadi wahana pendidikan budaya bagi setiap penonton yang menyaksikan pementasannya.

Hal tersebut dapat dilihat baik dari keindahan seni terkait konsep fakta tentang kebenaran sejarah sebagai pengetahuan kepada penonton, konsep kebudayaan apa saja yang tergambar pada pementasan Mamanda dan persepsi kehidupan yang seperti apa yang dapat dijadikan pedoman dalam menyelesaikan permasalahan di dalam berkehidupan sosial di masyarakat khususnya pada masyarakat.

Untuk kegiatan yang penuh makna dalam hidup kehidupan Mamanda, Arafat A Zulkarnaen, meminta tokoh-tokoh teater yang telah mendapatkan anugerah kebudayaan, seperti Hamdani yang akan menyampaikan materi Sejarah Teater Tradisi Mamanda di Kaltim, sedangkan Irwan Darmansyah akan mengupas Pakem Mamanda dan H Sahabudin Pance berbicara tentang karakteristik dan stilisasi gerak tokoh mamanda.#

Reporter/Editor: Hoesin KH

Comments are closed.