BeritaKaltim.Co

Kaltim Percepat Program Stop Buang Air Besar Sembarangan Demi Turunkan Stunting

BERITAKALTIM CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berkomitmen mempercepat upaya penghentian perilaku buang air besar sembarangan (BABS) sebagai langkah strategis menurunkan angka stunting. Komitmen ini ditegaskan melalui dialog dan penandatanganan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan di 10 kabupaten/kota.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan semua pihak dalam program ini. Ia menegaskan bahwa program penghentian BABS menjadi indikator penting dalam mengatasi persoalan sanitasi, yang merupakan salah satu akar penyebab stunting.

“Jika program stop buang air besar sembarangan ini berjalan dengan baik, maka penurunan angka stunting di Kalimantan Timur dapat dipercepat. Kami berupaya mencapai target 100 persen akses sanitasi layak, termasuk menghentikan praktik BABS,” ujar Sri Wahyuni saat memberikan sambutan di Odah etam, Samarinda, Senin (18/11/2024).

Empat Daerah Capai 100 Persen Bebas BABS
Hingga saat ini, empat wilayah di Kalimantan Timur telah berhasil mencapai status bebas BABS 100 persen, yakni Kota Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Kabupaten Berau. Sri Wahyuni memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Keberhasilan empat daerah ini menunjukkan bahwa program ini bisa dilakukan, meskipun ada tantangan kultur masyarakat yang dekat dengan kehidupan sungai. Namun, kita harus menjaga capaian ini agar tidak berkurang karena pertumbuhan penduduk atau pekerja baru di daerah industri,” jelasnya.

Sri Wahyuni juga menyoroti tantangan besar di enam kabupaten lainnya yang masih berupaya meningkatkan komitmen penghentian BABS di tingkat kabupaten dan kota. Dari 1.038 desa dan kelurahan di Kaltim, baru 707 desa atau sekitar 68 persen yang bebas dari perilaku BABS.

“Kultur masyarakat yang hidup di sekitar sungai menjadi tantangan besar bagi kita. Namun, dengan pendekatan program tematik melalui APBD Provinsi, APBD Kabupaten, dan Dana Desa (ADD), kita optimistis target bebas BABS 100 persen di seluruh Kalimantan Timur dapat tercapai pada tahun 2030,” tambahnya.

Dalam dialog tersebut, pemerintah juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta untuk meningkatkan kesadaran sanitasi. Sri Wahyuni menegaskan bahwa komitmen bersama ini adalah kunci untuk memastikan bahwa Kalimantan Timur dapat memberikan kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas bagi masyarakatnya.

Mendorong Sanitasi Layak untuk Masa Depan Kaltim
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa penyelesaian masalah sanitasi akan membawa dampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Kolaborasi dan inovasi sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan budaya yang sudah lama mengakar. Dengan komitmen yang kuat, kami yakin Kalimantan Timur bisa menjadi contoh daerah dengan sanitasi layak yang berdampak pada penurunan stunting secara signifikan,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Pemprov Kaltim optimistis bahwa target bebas BABS 100 persen dapat tercapai, sekaligus mendukung visi Kalimantan Timur sebagai wilayah yang sehat, maju, dan sejahtera. #

Reporter : Yani | Editor : Wong | Adv Diskominfo Kaltim

Comments are closed.