BeritaKaltim.Co

Nur Sita Aliya Dari Teater Dahana SMAN 1 Samarinda Juara Lomba Monolog

BERITAKALTIM.CO-Gaya teaterikal yang ditampilkan Nur Sita Aliya dari SMAN 1 Samarinda, yang mengikuti Lomba Monolog Kaltim Kemilau Fest 2024, garapan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kalimantan Timur, membawa Nur Sita menyabet juara 1 dalam lomba monolog yang digelar di Gedung Rizani Asnawi Taman Budaya Samarinda, pekan lalu.

Nur Sita berhasil menyisihkan peserta lainnya yang berasal dari Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Timur, Paser, Balikpapan dan Samarinda.

Menurut salah satu dewan juri Wiwin Sugiarti yang lama berlatih di Bengkel Teater bersama WS Rendra, peserta yang ikut lomba monolog mempunyai kemampuan yang bagus dan berimbang, sehingga dewan juri merasa kesulitan untuk menentukan pemenangnya, namun dari hasil musyawarah mufakat, maka dewan juri berhasil menyusun rangking pemain yang berhak menyandang sebagai penyaji terbaik 1 hingga 6.

Kemampuan dan keberhasilan Nur Sita Aliya yang membawakan naskah Balada Sumarah karya Tentram Lestari, sangat menarik dan memukau, vokal, olah rasa, olah tubuh yang dimiliki Nur Sita sangat lentur, sehingga gerakan-gerakan besar (gestur) terlihat sangat memikat tanpa kesan kaku.

Sebagai pemain teater sejak kelas 10, latihan yang dilakukan Nur Sita sangat membantu dalam menghayati sebuah naskah, sehingga dengan penghayatan atas naskah tersebut, Nur Sita mampu memerankan sosok Sumarah dengan baik dan pergolakan batin yang dirasakan Sumarah karena penganiayaan, pelecehan dan penghinaan hingga kemudian tak mampu lagi menahan semua derita yang dialami, membuat Sumarah membunuh majikannya yang kejam dan tak manusiawi itu.

Bagi Sumarah pembunuhan yang dilakukan terhadap majikannya itu adalah sebuah tindakan yang mempertahankan harga dirinya yang telah diinjak-injak majikan. Sumarah tidak menyesal atas pembunuhan itu dan Sumarah siap menerima hukuman yang dijatuhkan majelis hakim.

Dan keping kematian yang terbuka di telapak tangan saya, itulah yang harus saya jalani sekarang dengan berani. Senang, sakit, dosa, pahala, semuanya sama. Ada risikonya.

“Saya Sumarah, saya siap mati,” kata Sumarah sambil merentangkan tangannya lebar-lebar, menandakan pasrah namun menunjukkan keberanian atas putusan hakim yang akan dijatuhkan terhadap dirinya.#

Reporter|Editor: Hoesin KH

Comments are closed.