BERITAKALTIM.CO – Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, menyatakan bahwa pihaknya sedang fokus untuk menarik investor ke kawasan industri Bontang, dengan mengikuti tren hilirisasi komoditas gas dan Kelapa sawit. Menurut Karel, hilirisasi ini dapat membuka peluang besar untuk mengembangkan produk-produk industri dengan nilai ekonomi yang tinggi.
“Kami sangat fokus pada pengembangan kawasan industri untuk menarik investor. Salah satu yang kami soroti adalah tren hilirisasi sawit yang saat ini sedang berkembang pesat,” ujar Karel saat ditemui Selasa, (18/03/2025) di kantor DPMPTSP Bontang.
Karel menjelaskan, hilirisasi tersebut melibatkan sejumlah produk industri yang berbahan baku Kelapa Sawit dan Gas. Produk-produk seperti metanol, aluminium nitrat, amoniak, dan pupuk yang sudah berjalan, sementara produk yang dalam kajian pengembangan yakni produk turunan dari amoniak dan sawit, seperti Fatty Acid dan Fatty Amine, yang digunakan untuk industri kecantikan dan parfum.
“Produk turunan dari sawit dan amoniak ini bisa digunakan untuk membuat bahan kecantikan dan parfum, yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kami sangat gencar dalam mengembangkan produk-produk turunan ini, karena bisa membuka banyak peluang bagi investor,” kata Karel.
Selain itu, Karel juga mencontohkan keberhasilan PT. Eup yang akan memproduksi bahan kecantikan, sabun, yang berasal dari bahan baku sawit. Menurutnya, ini merupakan contoh nyata bagaimana produk turunan sawit dapat memiliki nilai jual yang tinggi di pasar.
“Kami percaya bahwa sawit yang ada di Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Timur (Kutim) bisa dimanfaatkan lebih lanjut untuk mendukung hilirisasi dan menarik minat investor,” imbuh Karel.
Tak hanya itu, Karel juga menyampaikan bahwa Bontang memiliki posisi yang sangat strategis. Kota ini dikelilingi oleh laut dan berada di kawasan yang mudah dijangkau oleh pelabuhan, membuatnya menjadi lokasi ideal untuk mendirikan industri.
“Dengan segala potensi yang ada, Bontang Lestari menjadi kawasan yang sangat cocok untuk pembangunan industri. Kami berharap melalui hilirisasi ini, lebih banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di sini,” tutup Karel. #
Wartawan : San | Penyunting : Wong | ADV
Comments are closed.