BeritaKaltim.Co

Pemkot Balikpapan Setarakan Fasilitas 13 Sekolah Swasta dengan Negeri

BERITAKALTIM.CO- Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengambil langkah progresif dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan setara. Di tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 13 sekolah swasta dilibatkan dalam program kolaboratif yang menghapus batas antara sekolah negeri dan swasta, melalui bantuan uang pendaftaran, subsidi SPP, hingga seragam sekolah gratis.

Lebih dari sekadar bantuan, Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud menyatakan bahwa 13 sekolah swasta tersebut akan mulai disetarakan secara bertahap dari segi fasilitas, termasuk penyediaan laptop dan sarana pembelajaran lain melalui dana hibah dari Pemkot maupun Pemprov.

“Tidak menutup kemungkinan nantinya 13 sekolah swasta mitra Pemkot akan disetarakan fasilitasnya dengan SMP Negeri. Ini untuk merubah mindset masyarakat bahwa sekolah swasta bukan pilihan kedua, tapi sama kualitasnya,” tegasnya saat meninjau langsung beberapa sekolah seperti Sekolah Al-Hassan, Sekolah YPI, dan Sekolah Sinar Pancasila, Rabu (16/7/2025).

Langkah ini menjadi strategi jitu mengurai persoalan klasik dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), di mana sekolah negeri selalu menjadi incaran utama orang tua.

Rahmad ingin masyarakat menyadari bahwa sekolah swasta juga memiliki potensi besar dengan dukungan fasilitas dan kurikulum yang mumpuni. “Target peserta didik di sekolah mitra sudah tercapai, bahkan ada yang menambah satu kelas. Ini bukti kesetaraan sekolah negeri dan swasta mulai terwujud,” ujarnya optimistis.

Namun, Wali Kota tak hanya bicara soal akademik. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual. Nilai-nilai keagamaan tetap harus menjadi fondasi bagi anak-anak Balikpapan, terutama dalam membentuk karakter menuju generasi emas 2045.

“Anak-anak kita harus dibekali pondasi spiritual yang kuat. Bagi yang Muslim, jangan lupakan salat lima waktu. Ini benteng moral yang harus kita jaga bersama,” pesan Rahmad.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga pendidik yang telah menjadi pilar utama kemajuan pendidikan di Balikpapan.

“Tanpa guru, kita tidak akan bisa berdiri di sini. Kerja keras para guru pasti membuahkan hasil. Mari kita doakan agar mereka selalu diberi kesehatan dan kekuatan,” ucapnya.

Langkah Pemkot Balikpapan ini membuka babak baru dalam dunia pendidikan daerah, di mana kolaborasi, kesetaraan, dan keberpihakan menjadi kunci menuju pendidikan berkualitas bagi semua. #

Reporter: Niken | Editor: Wong

Comments are closed.