BERITAKALTIM.CO – Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2026 diperkirakan sebesar Rp 7,3 triliun. Angka ini dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menjamin pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kukar.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Kukar sekaligus Anggota DPRD Kukar, Johansyah, saat ditemui di Tenggarong, Sabtu (23/8). Menurutnya, idealnya pembangunan daerah memerlukan anggaran sekitar Rp 10 triliun agar sektor-sektor penting dapat digarap secara menyeluruh.
“Proyeksi APBD Kukar 2026 alami penurunan menjadi sekitar Rp 7,3 triliun. Sementara kebutuhan pembangunan daerah masih banyak yang perlu perhatian. Anggaran ini tentu menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam memenuhi janji pembangunan,” ujar Johansyah.
Johansyah menegaskan perlunya sinergi kuat antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Kukar dalam menentukan prioritas pembangunan. Ia menekankan pentingnya keterbukaan dan diskusi komprehensif agar penggunaan anggaran tepat sasaran.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar tidak bergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat.
“Pemerintah bisa memaksimalkan potensi sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Selain itu, perusahaan besar di Kukar harus lebih didorong menjalankan kewajiban melalui dana CSR,” jelasnya.
Johansyah juga mengingatkan bahwa pemerataan pembangunan adalah bagian dari janji politik Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin, sehingga perlu diwujudkan melalui kebijakan anggaran yang pro-rakyat.
“Harapan kita, pembangunan dilakukan secara adil dan tepat sasaran. Janji politik kepala daerah harus dibuktikan melalui kebijakan anggaran yang benar-benar menyentuh kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Dengan kondisi ini, DPRD Kukar berharap pemerintah daerah mampu menjaga keseimbangan pembangunan antarwilayah, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kukar. #
Reporter: Hardin | Editor: wong | Adv
Comments are closed.