BERITAKALTIM.CO – Dunia menyambut kabar besar dari KTT Perdamaian di Sharm El-Sheikh, Mesir.
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menegaskan bahwa Uni Eropa siap berperan aktif dalam pelaksanaan rencana gencatan senjata di Jalur Gaza, sekaligus mendukung pembentukan pemerintahan transisi dan rekonstruksi Gaza pascaperang.
Costa mengatakan hal tersebut dalam konferensi pers usai menghadiri KTT yang dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.
“Uni Eropa berkomitmen penuh untuk terlibat secara aktif dengan semua pihak terkait dalam pelaksanaan Rencana Perdamaian ini. Kami siap berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian Internasional dan mendukung seluruh proses — mulai dari pemerintahan transisi, pemulihan, hingga rekonstruksi,” ujar Costa, dikutip dari Reuters dan ANSA.
Costa juga memuji langkah Trump dan Sisi yang dianggap berhasil membuka jalan menuju solusi dua negara antara Israel dan Palestina.
Ia menyebut ini sebagai momen penting dalam sejarah Timur Tengah setelah lebih dari setahun perang yang menewaskan puluhan ribu warga sipil.
Costa mengungkapkan bahwa Uni Eropa akan memperluas bantuan kemanusiaan ke Gaza, sekaligus mengaktifkan kembali dua misi keamanannya:
-
EUBAM Rafah — Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa yang fokus pada pengawasan perbatasan dan logistik kemanusiaan.
-
EUPOL COPPS — Misi Polisi Uni Eropa untuk Wilayah Palestina, yang bertugas melatih dan memperkuat kapasitas kepolisian Palestina.
“Jalan menuju perdamaian berbasis solusi dua negara, di mana Israel dan Palestina hidup berdampingan dalam damai dan aman, masih panjang. Namun hari ini kita bersatu untuk mewujudkannya,” tegas Costa.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Jumat (10/10/2025), sebagai tahap pertama rencana 20 poin yang diumumkan Presiden Trump pada 29 September 2025.
Tahap awal ini mencakup:
-
Pembebasan seluruh sandera Israel.
-
Pembebasan 2.000 tahanan Palestina.
-
Penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Tahap berikutnya akan membentuk pemerintahan baru tanpa Hamas, pengerahan pasukan multinasional, dan pelucutan senjata total di wilayah Gaza.
Pada Senin (13/10) pagi, 20 sandera Israel terakhir telah dibebaskan, disusul dengan ratusan warga Palestina yang keluar dari penjara Israel.
Sejak perang pecah pada Oktober 2023, lebih dari 67.800 warga Palestina tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak, membuat Gaza kini nyaris tidak layak huni.
Negara-Negara Dunia yang Sudah Dukung Palestina
Dukungan terhadap Palestina terus mengalir deras dari berbagai penjuru dunia. Berikut daftar negara yang secara resmi atau terbuka menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina:
-
🇮🇩 Indonesia – Paling konsisten mendukung Palestina di semua forum internasional.
-
🇲🇾 Malaysia – Serukan sanksi global terhadap Israel.
-
🇪🇬 Mesir – Mediator utama gencatan senjata.
-
🇹🇷 Turki – Aktif bantu Gaza dan mengecam keras agresi Israel.
-
🇿🇦 Afrika Selatan – Gugat Israel ke Mahkamah Internasional.
-
🇪🇸 Spanyol, 🇮🇪 Irlandia, 🇳🇴 Norwegia – Resmi mengakui Palestina pada 2024.
-
🇮🇹 Italia – Kini menyatakan siap segera mengakui Palestina pasca gencatan senjata.
-
🇻🇦 Vatikan – Akui Palestina sejak 2015.
-
🇷🇺 Rusia & 🇨🇳 Tiongkok – Dorong solusi dua negara di PBB.
-
🇧🇷 Brasil, 🇨🇱 Chile, 🇦🇷 Argentina, 🇧🇴 Bolivia – Dukung pengakuan Palestina sejak 2010-an.
Sumber: Anadolu | ANTARA | Wong
Comments are closed.