BERITAKALTIM.CO-Rekonstruksi kasus pengeroyokan di Baru Ulu digelar di halaman Polsek Balikpapan Barat, Kamis (20/11/2025), polisi memeragakan detail demi detail rangkaian peristiwa yang menewaskan HR, warga Baru Ulu, dua minggu setelah insiden terjadi.
Tidak seperti dugaan awal bahwa korban langsung tewas di lokasi, rekonstruksi mengungkap fakta bahwa HR sempat menjalani perawatan dan bahkan pulang ke rumah sebelum kondisinya memburuk dan akhirnya meninggal dunia.
Kapolsek Balikpapan Barat, AKP Sukarman, menjelaskan bahwa keributan bermula dari adu mulut antara korban dan para tersangka pada 28 September 2025 malam di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Adu mulut itu yang kemudian memicu tindak kekerasan. Dari rekonstruksi tampak jelas bagaimana situasi awal berkembang hingga terjadi pengeroyokan,” ujarnya.
Empat tersangka berinisial RO, RI, D, dan E, seluruhnya merupakan warga kelurahan yang sama dengan korban. Dari rekonstruksi, polisi juga menunjukkan balok kayu yang diduga digunakan salah satu tersangka untuk memukul korban.
Sementara itu, satu korban lain yang terlibat dalam kejadian disebut tidak mengalami luka berat dan kini masih menjalani pemeriksaan medis.
Sukarman menjelaskan bahwa dua tersangka berhasil diamankan segera setelah laporan masuk ke polisi, sementara dua lainnya baru ditangkap kemudian dalam proses pengembangan.
Ia juga menyebut adanya individu bernama Sule, yang disebut terlibat dalam adu mulut awal, namun tidak hadir dalam rekonstruksi.
“Peran Sule masih kami dalami. Kami perlu memastikan sejauh mana keterlibatannya dalam memicu insiden itu,” katanya.
Rekonstruksi ini menjadi langkah penting sebelum pelimpahan berkas ke kejaksaan. Polisi kini menunggu hasil visum forensik sebagai bukti tambahan untuk menguatkan unsur pidana. Untuk sementara, para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.
Ia menegaskan bahwa penyidikan belum selesai dan polisi masih mendalami motif serta peran masing-masing pihak. Rekonstruksi ini diharapkan memberi gambaran jelas bagi penegak hukum sekaligus menjadi bukti kuat sebelum kasus naik ke tahap berikutnya.
NIKEN | WONG
Comments are closed.