BERITAKALTIM.CO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat capaian positif sepanjang tahun 2025 dengan keberhasilan memenuhi target lifting minyak bumi nasional sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Rata-rata lifting minyak, termasuk Natural Gas Liquid (NGL) dan kondensat, tercatat sebesar 605,3 ribu barel per hari, atau 100,05 persen dari target APBN 2025.
Capaian ini menjadi tonggak penting karena merupakan kenaikan pertama lifting minyak nasional dalam sembilan tahun terakhir. Terakhir kali target lifting minyak tercapai terjadi pada 2016, dengan angka 829 ribu barel per hari. Setelah itu, produksi nasional sempat mengalami tren penurunan hingga mencapai sekitar 580 ribu barel per hari pada 2024.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh pemangku kepentingan sektor energi dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1).
“Alhamdulillah, target lifting kita hari ini mencapai 605,3 ribu barel atau 100,05 persen. Artinya target APBN tercapai, bahkan sedikit melampaui,” ujar Bahlil.
Bahlil menambahkan, pencapaian ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Strategi Peningkatan Produksi Migas
Ke depan, Pemerintah menargetkan peningkatan lifting migas secara bertahap hingga mencapai 1 juta barel per hari pada 2030. Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian ESDM menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:
Percepatan perizinan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas yang masih dalam proses.
Percepatan eksplorasi melalui penawaran 61 wilayah kerja baru kepada pelaku usaha.
Pemanfaatan teknologi mutakhir, seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) dan horizontal fracking untuk meningkatkan perolehan minyak.
Penyederhanaan regulasi sektor hulu migas, termasuk evaluasi insentif dan integrasi perizinan agar investasi dan produksi berjalan lebih cepat dan efisien.
Dengan kombinasi kebijakan percepatan perizinan, inovasi teknologi, serta perbaikan tata kelola, Pemerintah optimistis kinerja sektor migas akan terus meningkat dan menjadi pilar utama ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
WONG
Comments are closed.