BeritaKaltim.Co

TNI AL Dorong Konsep Multi Domain Operation Hadapi Ancaman Perang Modern

BERITAKALTIM.CO-Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Yayan Sofiyan, menegaskan pentingnya penerapan konsep multi domain operation dalam sistem pertahanan Indonesia guna menghadapi ancaman negara asing di era peperangan modern.

Hal tersebut disampaikan Yayan dalam diskusi bertajuk Indonesia’s Blue Water Transition: Why High-Value ASW/AAW Assets Will Decide Its Credibility yang digelar secara daring, Rabu.

“Bagaimana pergeseran dari operasi tradisional ke multi domain operation adalah kebutuhan eksistensi, bukan sebuah pilihan,” ujar Yayan.

Pergeseran dari Operasi Tradisional

Menurut Yayan, konsep pertahanan multi domain operation merupakan strategi terpadu yang menggabungkan kekuatan darat, laut, udara, siber, hingga ruang angkasa dalam satu ekosistem pertahanan terintegrasi.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk menyerang dan melumpuhkan sistem pertahanan musuh, baik melalui serangan fisik, penguasaan wilayah strategis, maupun gangguan terhadap infrastruktur vital.

Untuk mengoptimalkan strategi tersebut, diperlukan kolaborasi kuat antara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, serta kekuatan siber dan satuan ruang angkasa.

Serangan Terpadu di Semua Matra

Yayan menjelaskan, dalam matra darat, serangan dapat difokuskan pada jalur sempit atau choke point yang strategis. Sementara dari udara, kekuatan militer dapat menyasar titik pertahanan vital suatu negara.

Di sektor maritim, pengerahan kapal perang menjadi kekuatan utama. Bahkan, serangan terhadap infrastruktur bawah laut seperti kabel fiber optik juga bisa menjadi bagian dari strategi untuk melumpuhkan akses komunikasi dan energi negara lawan.

“Kita putus jaringan internetnya dengan pasukan khusus kita sehingga akses internet drop. Akses energi yang masuk ke suatu negara kita drop dengan melakukan sabotase,” jelasnya.

Tetap Berdasarkan Keputusan Politik Negara

Meski demikian, Yayan menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut hanya dapat dilakukan apabila Indonesia secara resmi menetapkan keputusan berperang berdasarkan keputusan pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR).

Ia meyakini, dengan strategi cepat dan terintegrasi, negara lawan akan mempertimbangkan ulang keputusannya untuk melawan Indonesia sehingga potensi konflik berkepanjangan dapat dihindari.

Konsep multi domain operation dinilai sebagai bagian dari transformasi pertahanan Indonesia menuju kekuatan maritim modern yang kredibel di kawasan.

ANTARA|Wong|Ar

Comments are closed.