BERITAKALTIM.CO – SMPN 3 Bontang menerapkan skema fleksibel dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili, khususnya ketika kuota tidak terpenuhi hingga tahap akhir seleksi.
Kepala sekolah, Mukono, mengungkapkan bahwa jalur domisili memiliki porsi 40 persen dari total daya tampung 200 siswa, atau setara 80 kursi. Namun, jumlah pendaftar yang berada dalam radius 400 meter dari sekolah tidak selalu mencukupi untuk mengisi kuota tersebut.
“Kalau yang dalam radius 400 meter kurang, kami tarik yang jaraknya terdekat meskipun sedikit di atas itu. Masih fleksibel,” ujarnya, Selasa (21/04/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan ini tidak serta-merta diterapkan sejak awal proses seleksi. Sekolah tetap mengutamakan pendaftar yang sesuai dengan ketentuan radius. Namun, jika hingga mendekati penutupan pendaftaran kuota belum terpenuhi, maka opsi perluasan jarak mulai diberlakukan.
Menurut Mukono, calon siswa yang berada sedikit di luar radius, seperti 420 hingga 450 meter, masih memiliki peluang untuk diterima, selama posisinya termasuk yang terdekat setelah batas utama.
“Prinsipnya tetap jarak terdekat. Tapi kalau kuota belum terpenuhi, yang sedikit di luar radius itu bisa kami pertimbangkan,” jelasnya.
Langkah ini diambil untuk menghindari kekosongan kursi, sekaligus memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi masyarakat sekitar sekolah. Meski demikian, prosesnya tetap dilakukan secara hati-hati dan transparan.
“Kita cek dulu di hari terakhir. Kalau memang masih ada kuota, baru kami berani menghubungi calon siswa. Kita sampaikan, ini masih ada kesempatan kalau mau masuk di sini,” tambahnya.
Comments are closed.