BeritaKaltim.Co

Disdikbud Bontang Tekankan Etika Digital Guru, Media Sosial Diminta Jadi Sarana Edukasi

BERITAKALTIM.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang menegaskan pentingnya etika dan profesionalisme guru dalam menggunakan media sosial di tengah pesatnya perkembangan digital saat ini.

Sekretaris Disdikbud Bontang yang juga Ketua PGRI Bontang, Saparuddin, mengingatkan bahwa guru memiliki peran strategis tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di ruang digital yang kini semakin mudah diakses oleh peserta didik.

Ia menekankan bahwa setiap konten yang dibuat dan dibagikan oleh guru seharusnya mengandung nilai edukasi serta berkaitan dengan proses pembelajaran.

“Konten itu boleh saja, asalkan ada nilai edukasinya dan dalam konteks praktik pembelajaran. Bukan yang sekadar joget-joget sembarangan,” ujarnya saat ditemui.

Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana positif apabila dimanfaatkan secara tepat, terutama untuk berbagi praktik baik dalam dunia pendidikan, seperti inovasi pembelajaran, metode mengajar, hingga pengalaman edukatif lainnya.

Saparuddin juga mengingatkan bahwa guru harus mampu menjadi teladan bagi siswa, baik di dunia nyata maupun di dunia digital. Apa yang ditampilkan di media sosial dinilai sangat mudah ditiru oleh peserta didik.

“Kita ingin apa yang ditampilkan itu menjadi tuntunan bagi anak-anak, bukan sekadar tontonan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut di tengah arus digitalisasi saat ini, guru dituntut tidak hanya cakap dalam mengajar, tetapi juga bijak dalam bermedia sosial demi menjaga marwah profesi pendidik.

“Pemanfaatan media sosial yang positif dapat berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan serta menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan berkarakter,” tandasnya.

Lia Abdullah | Wong | ADV

Comments are closed.