BeritaKaltim.Co

Peringati Hardiknas 2026, Wali Kota Bontang Tekankan Penguatan Karakter dan Digitalisasi Pendidikan

BERITAKALTIM.CO – Semangat peningkatan kualitas pendidikan mewarnai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Bontang.

Wali Kota Neni Moerniaeni memimpin langsung upacara yang digelar di halaman Kantor DPMPTSP, Sabtu pagi (2/5/2026), dengan mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia, sejalan dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara.

“Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, sebagaimana diajarkan Ki Hadjar Dewantara. Karena itu, setiap kebijakan harus berpihak pada pengembangan potensi peserta didik secara utuh,” ucapnya.

Ia juga menyoroti fokus kebijakan pemerintah pusat, antara lain revitalisasi sarana pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kesejahteraan guru melalui bantuan pendidikan dan pelatihan coding serta kecerdasan buatan (AI).

“Pemerintah pusat saat ini fokus pada perbaikan infrastruktur pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kompetensi guru, termasuk melalui pelatihan coding dan AI,” lanjutnya.

Menurutnya, kualitas guru menjadi kunci utama dalam menciptakan pendidikan bermutu.

“Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas guru melalui sertifikasi dan pelatihan deep learning, sembari memastikan lingkungan sekolah aman dari perundungan melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bontang menegaskan komitmennya menjaga alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Sejumlah program unggulan juga terus dilanjutkan, seperti pemberian beasiswa mahasiswa, bantuan sepatu, tas, buku gratis bagi pelajar, hingga pengadaan laptop untuk guru.

“Pemkot Bontang akan terus menjaga komitmen alokasi 20 persen anggaran pendidikan, termasuk melanjutkan program beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah gratis, serta pengadaan laptop untuk menunjang kinerja guru,” jelasnya.

Saat ini, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bontang disebut telah mencapai angka membanggakan, yakni di kisaran 83. Meski demikian, ia mengingatkan adanya tantangan besar, terutama perkembangan teknologi dan isu sosial seperti penyalahgunaan narkoba.

“Tantangan teknologi dan isu sosial seperti narkoba harus kita lawan dengan penguatan karakter. Guru memiliki peran sentral dalam pembinaan mental siswa,” tambahnya.

Lia Abdullah | WONG | ADV

Comments are closed.